Muba ramadhan
Banner pemprov Sumsel Vaksin

Fahri Hamzah Bilang Demokrasi Melemah Karena Pemikiran Oposisi Dikekang

JAKARTA, koranindonesia.id – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah menilai, “cita rasa” demokrasi tanah air hilang seiring dengan melemahnya penghargaan terhadap kebebasan berekspresi. Kecenderungan ini merampas demokrasi perlahan-lahan sehingga menyerupai kudeta.

“Ini yang harus kita cemaskan. Kita gagal memahami bahwa fungsi parlemen itu independen. Partai politik (parpol) harus menjaga jarak dari jabatan elektoral, termasuk parlemen didalamnya,” kata Fahri Hamzah berbicara dalam webinar Moya Institute bertajuk “Demokrasi Indonesia di Simpang Jalan?” pada Jumat (5/3/2021).

Namun menurut mantan Wakil Ketua DPR RI ini, DPR sekarang tidak lagi bisa mandiri karena kekuasaan partai politik di parlemen itu betul-betul menyatu. Apa kata partai seolah-olah tidak bisa dibantah oleh para anggotanya karena anggota seperti ‘perkakas’ partai politik, hak milik partai politik”.

“Padahal, anggota DPR merupakan pilihan rakyat dan parpol hanya mencalonkan saja. Sistem demokrasi di Indonesia, didesain menjaga agar tidak kembali ke otoritarianisme. Sebab tradisi otoritarianisme, seperti kerajaan hingga era kolonial, jauh lebih lama bercokol daripada demokrasi dalam sejarah Indonesia,” sebutnya.

Selain itu, masih menurut Fahri, parpol menjelma menjadi “kantong-kantong” untuk meraih kekuasaan. Bahkan dinilai sudah tidak menawarkan gagasan-gagasan segar untuk menantang jalannya pemerintahan.

“Kita layak mencemaskan partai politik yang berhenti menjadi institusi berpikir. Kalau hari ini tadi disebut soal Partai Demokrat, salah satu yang menyulut adalah persoalan transaksi-transaksi dalam partai. Ketua umum, wakil ketua umumnya, sekjennya, dan juga pimpinan-pimpinan fraksinya tidak lagi menawarkan pikiran segar,” demikian politisi asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.