Fadli Zon Minta Mahfud MD Belajar Sejarah Lagi

JAKARTA, koranindonesia.id -Pernyataan Mahfud MD yang menuding provinsi para pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno sebagai wilayah radikal terus dipermasalahkan banyak pihak.

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon ikut mengkritik keras pernyataan Mahfud MD. Sebab, perkataan Mahfud bisa menimbulkan perpecahan baru di masyarakat.

“Kita bisa debat soal ini panjang lebar. Yang pasti, anda sedang menoreh luka baru di atas luka lama,” kritik Fadli melalui akun twitternya, Senin (29/4/2019).

Kalau memang tidak mengerti sejarah, Fadli menyarankan kepada Mahfud agar banyak membaca sejarah dan memahami keberagaman yang ada di Indonesia. “Sebaiknya belajar sejarah lagi,” katanya.

Gerakan PRRI adalah koreksi atas pemerintah pusat yang abai pada daerah dan ketika itu sangat dipengaruhi komunis. Sekarang, tambah Fadli, rakyat Indonesia sudah mengetahui isi kepala seorang Mahfud MD. “Saya baru tau isi kepalanya begitu cetek,” sindir Fadli.

Setelah menuding, Mahfud MD terus berkilah dan mencari alasan agar tak dibully. Mahfud menjelaskan bahwa provinsi yang radikal itu sejarah dahulunya.

“Saya katakan dulu-nya karena 2 alasan: 1). Dulu DI/TII Kartosuwiryo di Jabar. Dulu PRRI di Sumbar. Dulu GAM di Aceh. Dulu DI/TII Kahar Muzakkar di Sulsel. Lihat di video ada kata “dulu”. Puluhan tahun terakhir sudah menyatu. Maka saya usul Pak Jkw melakukan rekonsiliasi, agar merangkul mereka,” kilah Mahfud. (Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.