Banner Pemprov 2020
Banner september

Fabio Quartararo Nilai Marc Marquez Angkat Standar Kebugaran Pembalap

JAKARTA, koranindonesia.id – Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, menilai bahwa Marc Marquez (Repsol Honda) telah memaksa pembalap yang bersaing untuk berlatih lebih keras dalam menghadapi persaingan MotoGP.

Marc Marquez naik ke kelas MotoGP pada 2013 dengan status sebagai juara dunia Moto2.

Sejak itu, Marc Marquez telah mengoleksi enam gelar juara dunia MotoGP dalam tujuh tahun terakhir dan meraih 56 kemenangan balapan.

Dalam perjalanannya menuju gelar juara dunia MotoGP secara berturut-turut pada 2014, Marquez memenangkan 10 balapan beruntun pada awal musim.

Marquez terkenal karena latihan kerasnya yang mencakup latihan di trek datar dan motokross.

Latihan Marquez ini menurut Quartararo telah mengangkat standar latihan pembalap. Quartararo mengakui bahwa ia telah mengikuti model latihan Marquez.

“Tingkat permintaan dalam latihan yang sekarang ada dalam kejuaraan MotoGP didirikan oleh Marc. Dia telah mengangkat standar baik di Moto3, Moto2 dan jelas di MotoGP,” kata Quartararo dilansir dari motorsport.com

Sebelum Marquez debut pada 2013, tidak ada yang terlatih sebanyak sekarang. Marc memenangkan sepuluh balapan pertama pada 2014 dan kami melihat bagaimana ia melanjutkan latihan kerasnya.

“Lalu semua orang mengganti standar. Saya melihatnya ketika saya berada di Moto3 dan itu semakin memotivasi saya,” aku Quartararo.

“Saya mulai latihan di motokross dua tahun lalu karena Marc melakukan latihan di tanah dan itu adalah salah satu latihan terbaik yang ada.”

Dalam beberapa pekan terakhir karena pembatasan penguncian wilayah karena virus corona telah mereda di seluruh Eropa, banyak pembalap telah melakukan latihan di lintasan berhari-hari dengan motor di jalan beraspal.

Latihan itu dilakukan menjelang MotoGP 2020 dimulai di Sirkuit Jerez bulan depan.

Quartararo biasanya menghindari latihan di lintasan selama berhari-hari karena melakukan penyesuaian laju motor di jalan dengan motor Yamaha MotoGP.

Dia akan berusaha menghabiskan setidaknya satu hari latihan di sirkuit sebelum menjalani balapan pertama agar otak dan matanya terbiasa dengan kecepatan lagi.

“Saya banyak berlatih dengan motokross dan itu bekerja sangat baik bagi saya secara fisik,” ujar pembalap asal Prancis itu.

“Anda harus sangat kuat untuk bertahan selama 20 menit dalam motokross, di mana lengan dan kaki banyak digunakan. Hal itu kurang lebih apa yang Anda gunakan pada MotoGP. Ketika saya naik motokross dan kemudian naik ke M1, saya punya perasaan aneh.”

“Sebelum pergi ke Jerez untuk balapan pertama saya ingin mengendarai motor satu hari di sirkuit sebagai transisi dari tanah ke aspal, untuk membuat otak dan mata terbiasa dengannya. Tetapi, saya tidak ingin terbiasa dengan motor cepat sehingga M1 tampak aneh bagi saya,” tutur Quartararo. (MT)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.