Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Evakuasi Gelombang Kedua MV Eurodam Bawa 444 WNI

JAKARTA, koranindonesia.id – Proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) MV Eurodam membawa sebanyak 444 orang WNI ABK ke dermaga Terminal 2 Petikemas (Jakarta International Container Terminal II/ JICT II), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis.

“Jumlah WNI ABK MV Eurodam gelombang II 444 orang, laki-laki 417 orang dan perempuan 27 orang,” kata Perwira Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) Kolonel Marinir Aris Mudian saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Aris mengatakan WNI ABK dijemput dan dibawa ke dermaga JICT-2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dengan menggunakan lima unit Kapal Thunderboat di bawah pengawasan Satuan Komando Pasukan Katak Komando Armada 1 dan juga Satuan Patroli Pangkalan Utama Militer Angkatan Laut III Jakarta (Satrol LT III/Jkt).

Sebelumnya, evakuasi gelombang pertama telah dilakukan terhadap sebanyak 434 ABK pada Rabu kemarin, di Dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Dengan tambahan evakuasi WNI ABK pada hari ini, maka total keseluruhan ABK WNI yang dievakuasi berjumlah 878 orang.

Evakuasi terhadap WNI yang menjadi ABK MV Eurodam itu merupakan kapal ke-15, sebelumnya satgas telah mengevakuasi ABK MS Island Princess, Rabu (10/6) lalu.

Sebagaimana proses evakuasi sebelumnya, protokol kesehatan diterapkan dengan sangat ketat sesuai standar protokol COVID-19, seperti penyemprotan desinfektan dan pengecekan barang bawaan melalui mobile sinar X Bea Cukai.

Selanjutnya, para ABK dibawa menggunakan 22 bus menuju sejumlah hotel yang berada di Jakarta untuk melakukan isolasi mandiri sesuai standar protokol COVID-19.

“ABK (MV Eurodam) akan dikarantina di Hotel Pullman Jakarta (280 orang) dan Hotel Novotel Gajahmada (164 orang) dengan menggunakan 22 bus,” ujar Kolonel Mar Aris.

Para ABK akan menjalani swab test di hotel dan jika hasilnya positif COVID-19 akan dibawa ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, sementara yang negatif akan melanjutkan karantina mandiri di kampung halaman masing-masing. (Ant)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.