Banner sumsel

ESP dalam Pusaran Kontestasi Pilkada di Sumsel

Sebuah fanpage di media sosial menampilkan video sosok mantan Walikota Palembang Eddy Santana Putra (biasa disapa ESP), yang mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, sejak ditayangkan 14 Juni 2018 pukul 16.25 dan sampai hari ini video itu sudah di tonton 11,970, dan 2,450 like. Ada 145 comments dan 46 dibagi atau share oleh publik dunia maya. Rupanya ESP masih memesona publik medsos. Berikut analisis  Pemerhati Politik dan Ketua Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes) Bagindo Togar Bb kepada koranindonesia.id terkait ESP dan langkah politiknya dalam Pilkada Sumsel.

Pilkada serentak sebentar lagi digelar sejumlah  mantan pejabat atau tokoh politik sudah tidak malu malu lagi menunjukkan sikap atau dukungan politiknya. Sebut saja  Ir.H.Eddy Santana Putra MT ( ESP) dengan tegas berpihak kepada paslon H.Sarimuda – H.Kgs A Rozak ( SR) untuk Pilkada Kota Palembang dan H.Herman Deru-H.Mawardi Yahya ( HD-MY) di Pilkada Gubernur Prov. Sumatera Selatan. Pertanyaan sederhana mengapa ESP begitu terbuka memberikan support politik atas dua Paslon tersebut? Apa latar belakang atau motivasi beliau? Seberapa efektifkah dukungan tersebut dalam mempengaruhi peningkatan elaktibilitas para Paslon agar mampu memenangkan Kontestasi Pilkada nanti?

Kita tahu bahwa kinerja kepemimpinan H.Eddy Santana Putra telah teruji dalam manajemen pemerintahan daerah, khususnya Kota Palembang, begitu juga pengalamannya dalam berorganisasi kemasyarakatan maupun Partai Politik, serta kecakapan beliau dalam mensosialisasikan sosoknya ditengah masyarakat. Semua itu menjadi modal sosial sekaligus modal politik ESP.

Sedikit banyak memiliki pengaruh di publik, ketika ESP menghembuskan pernyataan dan dukungan politik terhadap paslon yang tersebut diatas. Khususnya untuk Kota Palembang, Influnsitas sikap & bantuan politik begitu kuat vibrasi sosial kemasyrakatannya atas Keberpihakan ESP atas paslon Wako Sarimuda-Rozak ( SR), walaupun tidak sedikit pula kelompok di masyarakat yang kecewa disebabkan ketidak netralan sikap  politik ESP,khususnya dari para pendukung paslon petahana. Tetapi bisa juga dimaklumi mengapa beliau bersikap tidak netral.

Kondisi ini kemungkinan besar dikarenakan, keprihatinannya yang luar biasa atas hasil atau tampilan wajah pembangunan yang tidak menunjukkan kemajuan yang berarti, bahkan ada beberapa bidang pembangunan mengalami kemunduran, contoh meningkatnya warga penerima Program Keluarga Harapan ( PKH) , menyengatnya aroma politik dalam birokrasi Pemko, buruknya sistem drainase, semrawutnya manajemen dan lingkungan pasar serta sistem,distribusi dan kualitas air minum juga mengalami penurunan dan lain sebagainya.

Padahal saat ESP menjadi Nakhoda kota ini, perubahan dan kemajuan yang revolusioner sangat dirasakan masyarakat dibandingkan Walikota sebelumnya. Ditambah lagi oleh rasa simpati ESP terhadap Paslon SR, yang siap berkomitmen untuk menerima masukan konsep maupun strategi pembangunan seperti yang diharapkan ESP & masyarakat.

Bagaimana dengan effect support  politik ESP di level Provinsi Sumsel untuk Paslon HD-MY?  Dalam konteks ini rada berbeda, cakupan wilayah yang cukup luas ditambah ESP belum pernah menjadi Gubernur. Terlebih ESP pernah ikut berkompetisi tahun 2013, tetapi gagal, kemudian mencoba lagi untuk dapat diloloskan sebagai Paslon Gubernur yang akan bertarung periode ini.

Kekecewaan beliau yang pernah menjabat Ketua Parpol besar selama dua periode, sepertinya tidak diappreasiasi oleh jajaran elite Parpol tingkat Pusat, tanpa alasan ataupun penjelasan yang pantas difahami secara logika kelembagaan, kepentingan & ideologi politik yang tengah diperjuangkan ESP.

Tak heran, akumulasi kekecewaan tersebut, membuat ESP mengambil keputusan politik, dengan memindahkan haluan arah dukungannya kepada Paslon HD-MY yang jelas jelas bukan didukung dan  diusung oleh partai tempat beliau selama ini bernaung.

Efektifitas atas Sikap Politik ESP ditataran Provinsi mengacu atau bersumber dari lumbung pendukungnya, yakni Kota Palembang dan Kabupaten penyanggah Ibukota beliau yang warganya rata rata kenal sosok ESP, seperti kabupaten Banyuasin, Ogan ilir, OKi & Prabumulih. Dimana DPT Kota  Palembang 20% dari DPT se Sumatera Selatan. Sepertinya Paslon HD-MY berharap secara khusus pada ESP untuk penguatan secara maximal di Kota ini dan juga daerah disekitarnya, dengan harapan mampu meraup suara mayoritas dari pemilih di Palembang dalam amanat saya, sepertinya ada trend positif yang bersinergi dengan dukungan atau sikap politik  ESP tersebut.

Akan tetapi yang menjadi pertanyaan kita adalah  bagaimana implikasi plus resiko politik yang bakal dialami ESP, ketika tak lagi berada dijenjang keemasan, ditambah  usia juga tak lagi tergolong muda serta juga pilihan karir politik yang semakin terbatas? Tapi sudahlah…beliau lebih kenal dengan dirinya..,beragam pertimbangan dan alternatif tentu telah dikalkulasi ESP.  “Bersemangat dan Berjuanglah terus ESP ” (ard)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.