Erick Thohir : Kita Ini Akan Melaksanakan Pemilu, Bukan Sedang Menciptakan Drama

PALEMBANG, koranindonesia.id – Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Erick Thohir menyayangkan, penggunaan strategi-strategi politik yang cenderung menekan dari tim pasangan calon yang bertarung di Pilpres 2019 ini.

Seperti ajakan-ajakan untuk mengepung KPU ataupun ancaman pengerahan people power yang dilakukan kubu capres-cawapres nomor urut 02 menurutnya, seolah-seolah membuat Indonesia kembali ke masa-masa dimana demokrasi di negeri ini begitu tidak dihormati (orde baru).

“Kita ini akan melaksanakan pemilu, bukan sedang menciptakan drama. Karenanya kami juga tidak pernah berupaya mengubah citra dan penampilan dari sang pemimpin. Apalagi belakangan, sudah banyak sandiwara-sandiwara yang terbongkar setiap harinya,” ungkap Erick Thohir di Palembang, Selasa (4/3/2019).

Secara kumulatif di seluruh Indonesia, menurut Erick Tohir, dengan posisi yang ada hari ini, dirinya yakin pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin bisa berada di atas 50%. “Di Aceh dan Sumatra Barat yang awalnya 14% sekarang sudah 20-23%. Saya rasa daerah lainnya juga ada kenaikan. Ini data-data dari lembaga riset sudah ada dan jika kita kompilasi semua tetap hasilnya sama,” jelasnya.

Ia pun menyayangkan, jika sampai ada tekanan-tekanan terhadap penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu oleh pihak lawan. Mengenai berbagai fitnah yang ditujukan ke Jokowi, Erick menyampaikan jika pihaknya sudah kebal terhadap fitnah yang menjatuhkan pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin.

Namun, pihaknya menjawab fitnah tersebut dengan fakta-fakta yang sebenarnya.
“Kita sudah sering didzolimi tapi tetap kita jawab. Seperti pada debat terakhir kemarin dimana Jokowi menjawab dengan data, fakta, lugas dan detail. Beliau terus tenang meski terus disudutkan,” pungkasnya.
(ded)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.