Banner sumsel

Empat Paslon Saling Sindir Program Kerja

PALEMBANG, koranindonesia.id – Debat publik pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel periode 2018-2023 putaran pertama berlangsung Rabu (14/3/2018) malam di Ballroom Hotel Novotel.Debat  yang dihadiri empat Paslon Cagub dan Cawagub yakni nomor urut 1, Herman Deru-Mawardi, nomor urut 2 Aswari-Irwansyah, nomor urut 3 Ishak-Yudha, dan paslon nomor 4, Dodi-Giri itu berlangsung sengit. Pasalnya, paslon Cagub dan Cawagub saling sindir program kerja.

Ketua KPU Sumsel Aspahani meminta kepada pasangan calon untuk memaparkan program kerja, serta visi misi sedetil mungkin, karena debat kandidat ini dipastikan akan mempengaruhi  mata pilih yang berjumlah sekitar 6 juta jiwa. “Saya berharap pilkada berjalan aman, damai. Kepada masing-masing paslon supaya siap menang dan siap mengakui kemenangan pihak lain,” ujarnya.

Debat tersebut menghadirkan empat panelis yakni Prof Sirozi, Prof Taufik Marwah , Dr Febrian, Dr Yayat Supriatna. Debat sendiri dibagi menjadi 6 segmen. Dalam segmen pertama paslon penyampaian visi dan misi. Paslon nomor urut 1 Herman Deru mengatakan, Sumsel tergolong 5 besar provinsi terkaya dan memiliki SDM. Tapi kenyataannya kemiskinan masih tinggi 13,10 persen, diatas rata-rata nasional.

“Untuk dari sisi demokrasi kita sedih. Kenapa daerah kita masuk dalam dalam katagori rawan pilkada, jadi butuh edukasi politik. Bicara infrastruktur kita terfokus di ibukota provinsi. Jadi kita butuh pemerataan.

Kita harus merubah paradigma pembangunan,” katanya.

Paslon nomor urut 2 Saifudin Aswari-Irwansyah lebih menekankan pada sektor pendidikan  dengan mengusung pendidikan gratis 12 tahun dan  masalah infrastruktur jalan yang menurutnya  saat ini banyak jalan provinsi  yang layak dilewati. “Kami ingin memberikan rasa sejuk kepada masyarakat. Pertama kami ingin memberikan infratruktur yang merata. Untuk saat ini diakui sudah bagus, tapi pembangunan lebih terfokus didalam kota Palembang. Sehingga perlu dilakukan pemerataan 17 kabupaten/kota,” katanya.

Ditambahkan Irwansyah, sebagai wakil dirinya akan mendata yang pasti berapa jumlah penduduk miskin, tidak sekolah, dan pengangguran. “Insya Allah ASRI amanah,” ucapnya.

Sedangkan Paslon 3 Ishak Mekki menyampaikan visi yang diusung pasangannya, yakni Sumsel Mandiri, Cerdas, maju dan merata. Berdaya saing, berbasis lokal, terinteraksi global. “Visi kami menciptakan pemerataan pembangunan infrastrktur, kami melihat kerusakan jalan dimana-mana. Kami targetkan satu tahun bisa.Mempebaiki tata kelolah perkebunan, dengan mendatangkan investor.Kami akan berikan bantuan 50 ribu UMKM Rp 10 juta. Membangun Sumsel dibidang teknoligi, informasi. Dan tata kelolah pemerintahan yang baik,” bebernya.

Paslon 4 Dodi Reza Alex mengatakan, dirinya bersama Giri memiliki 6 program strategis. Pertama, kelanjutan sekolah dan berobat gratis. Kedua, dalam 2 tahun seluruh jalan provinsi mulus. Ketiga peremajaan gratis bagi petani karet, sawit. Dan optimalisasi lahan sawah.

Selanjutnya keempat  dalam 2 tahun warga Sumsel Smart Digital, Internet Gratis  ke desa. Kelima KEK Tanjung Api-Api  diupayakan pembangunannya untuk mendorong ekonomi. Dan keenam memberikan bantuan UMKM.

“Kami tidak hanya membangun gisik, tapi religius. Kami mengajak warga Sumsel untuk menjaga  zero konflik, agar pembangunan di Sumsel bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Di segmen kedua paslon harus menjawab pertanyaan panelis. Sedangkan segmen ketiga paslon diberikan waktu untuk memberikan pertanyaan dengan paslon lain.Segmen keempat Paslon akan bertanya dengan paslon lain. Segmen kelima paslon memberikan pertanyaan ke paslon lain, dan ketika paslon lain menjawab, paslon yang memberikan pertanyaan akan memberikan tanggapan. Dan segmen keenam adalah penutupan dari setiap paslon. Dalam debat tersebut, pertanyaan yang ditujukan ke paslon lain saling menyidir program kerja. Hal tersebut membuat suasana debat makin panas, dan saling teriak antar tim pendukung.

Reporter : Wiwin
Editor : elan

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.