Bhintan Shalawat

Empat Nama Besar Berebut Kursi Pelatih SFC

PALEMBANG, koranindonesia.id – Nama besar Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC (SFC) tampaknya masih menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi pemain maupun pelatih sepakbola negeri ini. Buktinya, empat pelatih kiper telah melayangkan lamarannya ke manajemen SFC. Mereka adalah, Hermansyah, Ferry Rotinsullu, Fauzi Toldo dan Herry Susilo.

Dari keempat nama itu, Hermansyah menjadi pendatang baru. Itu karena, dia tidak pernah sama sekali melatih atau pun menjadi kiper Laskar Wong Kito. Sementara Ferry Rotinsullu dan Fauzi Toldo merupakan mantan kiper SFC. Untuk Herry Susilo, dia merupakan mantan pelatih kiper dan beberapa kali menjadi asisten kiper SFC.

Tapi, justru itulah yang membuat sang penjaga gawang legenda Timnas era 80 ini, berbeda dengan pesaingnya. Ia punya motivasi lebih besar dengan suasana yang baru dalam tubuh Laskar Wong Kito.

“Saya sangat suka tantangan baru, suasana baru, manajemen SFC sekarang pun baru. Saya merasa tertantang dan punya motivasi yang besar membawa SFC kembali ke Liga 1 musim depan,” ucap Hermansyah saat dihubungi, Rabu (13/3/2019) sore.

Tak hanya itu, Hermansyah juga ternyata punya ikatan emosional yang kuat dengan tim asal Sumsel ini. Sang istri dari kiper terbaik Timnas Indonesia era 80 an ini, ternyata berasal dari Palembang. “Istri saya asli Palembang, mertua saya tinggal di Kenten Palembang. Senang kalau bisa membantu SFC, ada kepuasan sendiri,” lanjutnya.

Saat ini, ia masih menunggu keputusan manajemen SFC terkait lamaran yang ia layangkan. Musim lalu, ia berhasil mengantarkan tim Liga 3 Cilacap FC naik ke kasta kedua musim ini. Soal pengalaman, Hermansyah siap bersaing dengan kandidat pelatih kiper lainnya.

Untuk diketahui, bagi pencinta Timnas Garuda angkatan 80-an pasti tak asing dengan sosok penjaga gawang kawakan, Hermansyah.

Sosoknya dikenal sebagai salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki Indonesia sepanjang masa. Ia pun berjasa menghadirkan kebanggaan bagi timnas di tahun 80-an.

Penjaga gawang yang dikenal dengan keahliannya memblok tendangan penalti lawan itu dahulu selalu dielu-elukan. Sosoknya bahkan menonjol di bawah mistar gawang dan selalu menjadi andalan Merah Putih kala berlaga di era 1983 hingga awal 1990.

Salah satu jasa yang mungkin tak akan pernah dilupakan ialah saat Hermansyah dkk hampir melenggang ke Piala Dunia 1986 di Meksiko. Namun sayang di partai penentuan babak akhir kualifikasi (fase ketiga), Indonesia yang menjadi juara grup 3 B kalah dari Korsel yang juara grup 3 A.

Hal tersebut diakui Hermansyah sangat disesalinya, mengingat perjuangan besarnya dan para pemain lain demi membawa Merah Putih ke kancah pesta sepakbola terbesar dunia itu.

Jika saja timnas Indonesia angkatan 1986 yang kala itu dilatih Sinyo Aliandoe mampu menumbangkan Korea Selatan, maka tiket Piala Dunia akan diraih. Tak serta merta meninggalkan panggilan hidupnya sebagai seorang penjaga gawang, Hermansyah kini memilih mengabdikan diri sebagai seorang pelatih kiper.
(frd)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.