Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

Eks Menteri Kesehatan dr Terawan Optimis Vaksin Nusantara Bisa Akhiri Pandemi Covid-19, Sudah Terbit Jurnal di New York dan Diakui Dunia

 

JAKARTA, koranindonesia.id- Vaksin Nusantara yang digagas Letnan Jenderal TNI (Purn) dr. Terawan Agus Putranto diklaim mendapat pengakuan dunia.

Klaim tersebut dikatakan Terawan dalam penuturan di kanal youtube @jordanliono, dilihat pada Minggu (18/7).

Menurut eks Menteri Kesehatan itu, saat ini seluruh dunia sedang membicarakan Vaksin Nusantara.

Di New York, kata Terawan, bahkan telah terbit sebuah jurnal yang isinya mengatakan bahwa vaksin Nusantara merupakan akhir dari kanker dan COVID-19.

Terawan juga mengatakan bahwa dendritic cell vaccine ini nantinya akan mengakhiri COVID-19 di Indonesia dan dunia.

Vaksin Nusantara yang di kembangkan di RS Gatot Subroto ini menurut Terawan sangat aman karena dalam proses penelitiannya, vaksin Nusantara ini mendapatkan berbagai pengembangan di luar tubuh manusia.

“Vaksin Nusantara ini sebenarnya telah di teliti sejak jauh hari sekitar 2015, karena pada awalnya vaksin ini diperuntukan dalam penanggulangan penyakit kanker, dan kami dalam pengembanganya hanya merubah antigen dalam vaksin tersebut,” paparnya.

“Antigen yang ada menjadi anti gen artificial atau antigen recombinant COVID-19, dimana kita dapat menyesuaikan berdasarkan kebutuhan, sehingga kesehatan nasional dapat kita jaga dengan membuat imunitas bagi semua masyarakat,” jelas Terawan.

Menyinggung tentang pembuatan secara masal, Terawan mengatakan bahwa hal tersebut sangat mudah, karena vaksin Nusantara ini dapat diproduksi dan penyimpananya juga sangat mudah.

“Saat ini kita telah memiliki teknologi untuk terus mengembangkan serta memproduksi vaksin Nasional ini bersama tim RSPAD,” ungkapnya.

Menurut Terawan proses pembuatan Vaksin Nusantara sangat mudah, dan dapat mengajarkan cara pembuatan Vaksin Nusantara pada negara serta pihak lain.

Namun yang paling penting, lanjut Terawan, bagaimana mempublikasikan vaksin Nusantara ini menjadi eviden. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi negara pertama yang mengembangkan dendritic cell vaccine immunotherapy.

“Efektivitas vaksin ini juga sangat efektif, karena saya sendiri beserta beberapa teman lainya telah menjadi relawan dan telah merasakan efek imun dari vaksin Nusantara ini,” katanya.

(AU) ini

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.