Banner sumsel

Eggi Sudjana Mangkir dari Pemeriksaan

JAKARTA,koranindonesia.id-Tersangka kasus dugaan kejahatan terhadap keamanan negara (makar) Eggi Sudjana, tidak menghadiri pemeriksaan yang telah dijadwalkan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (13/05/2019).

Kuasa Hukum Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis mengungkapkan alasan kliennya absen dalam pemeriksaan perdana sejak ditetapkan sebagai tersangka, sebabnya sedang menunggu proses upaya praperadilan yang sedang ditempuh. Memang, tim kuasa hukum Eggi Sudjana telah mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat (10/05/2019).

“Kami timnya sepakat supaya Eggi Sudjana tidak usah hadir pemeriksaan. Kalau hadir kan berarti buat apa praperadilan yang disampaikan. Pokoknya sampai hari ini kami menyampaikan beliau enggak hadir tapi kalau ada perubahan kami tidak tahu,” terangnya.

Dijelaskannya dirinya merasa janggal atas penyangkaan pasal yang diajukan oleh penyidik pada kliennya. Pasalnya, terdapat beberapa pasal yang tidak sesuai dengan laporan pelapor.

“Malah kok bisa jadi timbul makar, pasal yang dilaporkan Pasal 160 itu di BAP pertama kok, tiba tiba jadi makar,” terangnya.

Ditegaskan Damai penyangkaan pasal makar terhadap kliennya tidak tepat. Sebab, Politisi Partai Amanat Nasional itu tidak mempunyai niatan sama sekali untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

“Dalam konteks apa beliau menyatakan makar. Eggi menyatakan dalam konteks diskualifikasi, bukan menjatuhkan seorang presiden memakai senjata atau non senjata. Jadi jangan laporan pencurian ayam yang disidik pencurian mobil. Beda barang itu,” paparnya.

Damai menilai proses hukum yang menimpa Eggi Sudjana merupakan bentuk kriminalisasi jika proses hukum terus berjalan dengan tuduhan makar.

“Karena pernyataannya diskualifikasi dari capres bukan dari pemerintahan atau kepala negara,” tandasnya.

Pemanggilan terhadap Eggi merupakan panggilan perdana sejak dia ditetapkan sebagai tersangka. Politikus Partai Amanat Nasional itu ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kejahatan terhadap keamanan negara atau makar. Hal itu diketahuinya dari surat polisi yang diterimanya untuk diperiksa sebagai tersangka pada Senin (13/05/2019).

Surat bernomor S.Pgl/3782/III/2019/Ditreskrimum menyatakan Eggi diminta datang untuk diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik pada 13 Mei 2019 pukul 10.00 WIB. Meski dilaporkan ke Bareskrim Polri, polisi melimpahkan perkara itu untuk ditangani penyidik Polda Metro Jaya. Perkara itu dilaporkan oleh relawan calon presiden dan wakil presiden petahana, Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac) pada Jumat (19/03019).

“Laporan itu teregistrasi dengan nomor: LP/B/0391/IV/2019/Bareskrim tertanggal 19 April 2019 atas tuduhan penghasutan,” tandasnya. (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.