Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

DWP Kemenag akan Lanjutkan Program SPAK

Jakarta,koranindonesia.id-Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama (DWP Kemenag) akan melanjutkan program Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Komitmen ini disampaikan Penasihat DWP Kemenag Eny Yaqut Cholil Qoumas saat berbincang dalam salah satu program temu wicara bersama Evi Ghozaly, Sabtu (30/01).

Menurutnya, ini merupakan salah satu langkah yang akan ditempuh DWP Kemenag untuk mendukung semangat baru Kemenag yang telah digaungkan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

“Saat ini sedang digaungkan semangat baru Kementerian Agama, yang mengandung tiga kata kunci. Pertama sistem birokrasi yang transparan dan lebih baik. Kedua, moderasi beragama. Ketiga, persaudaraan kebangsaan. DWP Kemenag tentunya akan mensupport ketiga program tersebut,” ujar alumni Institut Pertanian Bogor ini mantap.

Terkait dengan agenda pertama yakni perbaikan sistem birokrasi Kemenag transparan, Eny menyebut dirinya akan melanjutkan program Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) yang beberapa tahun belakangan telah dilaksanakan oleh DWP Kemenag. “Sejak dulu ada program SPAK ini. Kami ingin mencetak para anggota DWP Kemenag menjadi agen atau juru bicara yang mampu menyuarakan let’s not do corruption,” ujar Eny.

“Mengapa program ini perlu dilanjutkan, karena nilai-nilai kejujuran dimulai dari keluarga. Dan yang memiliki peran besar adalah ibu. Kami ingin kader DWP Kemenag mampu menanamkan kejujuran dari mulai lingkungan terkecil ini,” lanjutnya.

Kedua, terkait dengan moderasi beragama, Eny sadar bahwa anggota DWP Kemenag perlu menjadi contoh bagi lingkungannya untuk menerapkan hal tersebut. “Kita harus mampu menjadi contoh praktik toleransi, respect each other,” jelasnya.

Ketiga, program DWP Kemenag juga akan didorong untuk meningkatkan rasa persaudaraan kebangsaan. “Misalnya saya beberapa hari lalu bertemu dengan Perempuan Berkebaya Indonesia, dari situ saya melihat bahwa kebaya ini sebagai salah satu sarana untuk membangkitkan persaudaraan kebangsaan. Karena kebaya dapat digunakan siapa pun, dan ini dapat mempersatukan kita,” ungkap Eny.

Dalam temu wicara tersebut, Eny juga mengisahkan bahwa terpilihnya KH Yaqut Cholil Qoumas menjadi Menteri Agama pada Desember 2020 tidak pernah terbayangkan olehnya. Bahkan, perempuan kelahiran Maret 1975 ini mengaku sempat panik saat pertama kali mendengar keputusan Presiden Jokowi untuk menunjuk ayah dari empat orang buah hatinya tersebut menjadi orang nomor satu di Kementerian Agama.

“Kalau menyangka, pasti tidak. Karena pilihan itu kan privilege Bapak Presiden. Kemudian pada saat abah atau bapak menyanggupinya saya sempat dikasih tahu aja begitu. Ya sempat panik ya, panik sekali, manusiawi gitu,” kata Eny Yaqut.

Tak mau larut dengan kepanikan, Eny Yaqut pun menyiapkan diri untuk mendukung sang suami menjalankan amanah yang diberikan.  “Posisi saya saat ini sebagai Penasihat Dharma Wanita Persatauan Kementerian Agama (DWP Kemenag), tentu akan mensupport Gus Menteri. Begitu juga DWP Kemenag, program kerja yang dibuat juga harus mensupport program kerja Kemenag,” ungkap Eny.

Ia optimis dengan dukungan seluruh anggota DWP Kemenag cita-cita tersebut dapat terwujud. Menurutnya potensi yang dimiliki DWP Kemenag sangat besar. Anggota DWP Kemenag tersebar pada lebih dari empat ribu satuan kerja Kemenag. Maka, DWP Kemenag ini amat potensial bila bergerak bersama.

“Karena berbeda dengan Kementerian lain yang jumlahnya mungkin puluhan atau ratusan, anggota kita tersebar di tingkat Kanwil, Kabupaten/Kota, bahkan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri,” ujar Eny.(ril)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.