Dugaan Kasus Penipuan Jual-Beli Tanah, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

PALEMBANG, koranindonesia.id – Setelah melakukan pemeriksaan. Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polrestabes Palembang menetapkan satu orang tersangka.

Dia adalah SK (56) warga Jalan Residen Abdul Rozak, Komplek PHDM V, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Palembang.

SK dilaporkan atas dugaan kasus penggelapan tanah yang terletak di Jalan Bypass Alang-alang Lebar, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, Minggu (11/4/2021) siang sebagaimana dimaksud dengan Pasal 378 KUHP.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mochamad Ngajib aat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihak penyidik telah menetapkan tersangka berinisial S, sebagai tersangka.

“Ya kita patut menduga dengan bukti beberapa bidang tanah milik pribadi S, ternyata tanah tersebut bukan milik tersangka,melainkan milik orang lain dengan kerugian 19 miliar,” ungkap dia saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/3/2022) siang.

Dari bidang tanah tersebut,Lanjut Kapolrestabes, ada Tujuh laporan Polisi dengan permasalahan tumpang tindih surat tanah.

“Ada beberapa surat tumpang tindih tanah tersebut bukan milik tersangka namun milik orang lain, dan juga sudah ada laporan ke polda yang melaporkan tersangka S,” tuturnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum SK yakni Wisnu Umar mengatakan saat terjadi transaksi jual beli sama sekali diatas tanah tersebut belum ada permasalahan yang diketahui klien kita.

“Jadi, tidak ada rangkaian kata – kata bohong klien kita dalam transaksi jual beli ini sebagai perantara. Jadi semuanya sah – sah saja, jika dibilang klien saya dikenakan penipuan harus dibuktikan rangkaian kata – kata bohong klien saya itu dimana,” katanya saat di Polrestabes Palembang beberapa hari yang lalu.

Lanjut Wisnu Umar, bahwa semuanya jelas tanahnya ada, ada sertifikat hak milik, ada surat keterangan dari BPN bahwa objek tanah itu bisa dilakukan transaksi jual beli melalui notaris.

“Sebelum transaksi jual beli surat tanah sudah dititipkan ke notaris untuk diperiksa keabsahannya. Dan notaris mengatakan transaksi dapat dilanjutkan karena tidak ada masalah,” jelasnya.

Setelah transaksi berkelang ada masalah hukum di atas tanah itu adanya laporan orang. “Nah itu sudah lepas tanggung jawab pak Sakim sebagai perantara jual beli, jadi tidak ada kebohongan pak Sakim supaya orang mau beli tanah tersebut. Ini sah – sah saja tanahnya ada, pemiliknya ada, dan sertifikat hak milik tanah tersebut ada. Jadi kami selaku kuasa hukum merasa keberatan kalau klien saya dikatakan tersangka penipuan sebagaimana Pasal 378 KUHP,” pungkasnya. (depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.