Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Duel Dua Tim Rapuh, Chelsea Lawan Liverpool Primier League

JAKARTA, koranindonesia.id – Laga Chelsea vs Liverpool di pekan kedua Liga Inggris 2020/2021 di Stadion Stamford Bridge, Minggu (20/9), akan jadi duel tim dengan lini belakang yang rapuh.

Meski baru melakoni satu pertandingan, namun keroposnya lini belakang Liverpool dan Chelsea di Premier League musim ini sudah terlihat.

Liverpool kebobolan tiga gol oleh klub promosi Leeds United, sedangkan Chelsea kemasukan satu gol namun banyak ditekan Brighton and Hove Albion.

Pertandingan Chelsea vs Liverpool merupakan salah satu big match di awal musim Liga Inggris 2020/2021. Laga ini diharapkan bisa menampilkan duel yang apik karena kedua tim sama-sama calon juara di musim ini.

Meski hanya mendatangkan Konstantinos Tsimikas, Liverpool dianggap masih bisa bersaing untuk mempertahankan gelar juara Premier League. Tim yang solid di bawah asuhan Jurgen Klopp menjadi salah satu alasan Liverpool dijagokan di musim ini.

Sementara itu, naiknya pamor Chelsea sebagai salah satu calon juara musim ini karena belanja besar-besaran tim asuhan Frank Lampard tersebut.

Di musim 2020/2021, Chelsea melakukan banyak perubahan dengan mendatangkan Thiago Silva, Timo Werner, Hakim Ziyech, hingga Kai Havertz.

Meski demikian, perekrutan itu tampak belum begitu memuaskan di pekan pertama Premier League dari sisi penampilan. Melawan Brighton, Chelsea cukup produktif dengan mencetak tiga gol melalui Jorginho, Reece James, dan Kurt Zouma. Akan tetapi, lini belakang Chelsea juga masih keteteran dengan tekanan tuan rumah.

Kuartet pertahanan Chelsea yang diisi Reece James, Andreas Christensen, Kurt Zouma, dan Marcos Alonso kerap dibombardir Brighton, meski terhindar dari banyak gol dan hanya kemasukan satu gol.

Dikutip koranindonesia.id dari whoscored.com, Brighton memiliki 13 percobaan, unggul 3 percobaan atas Chelsea yang hanya 10. Dari 13 percobaan 10 di antaranya datang lewat permainan terbuka, sedangkan tiga lainnya dari set piece.

Beberapa kali Leandro Trossard bisa menembus kotak penalti Chelsea dan menciptakan peluang. Akan tetapi para pemain tim tamu bisa sigap mementahkan peluang tersebut.

Selain Trossard, pergerakan Tariq Lamptey di sisi kanan juga sering merepotkan Marcos Alonso dan pertahanan Chelsea. Bahkan pada awal babak kedua tepatnya di menit ke-49, Lamptey bisa menghindari penjagaan dua pemain Chelsea, lalu masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan yang diblok Zouma.

Longgarnya pertahanan Chelsea diperburuk dengan minimnya penjagaan lawan dari lini kedua. Itu dibuktikan dengan gol Trossard di menit ke-54 lewat tendangan dari luar kotak penalti. Ketika pertahanan Chelsea fokus di kotak penalti, lini kedua memberikan ruang tembak kepada Trossard yang akhirnya menjadi gol balasan.

Kondisi ini akan berbahaya bagi Chelsea jika bertemu Liverpool yang memiliki lini serang cukup tajam. Upaya Chelsea meruntuhkan dominasi Liverpool bisa kandas di pertandingan kedua musim ini apabila performa lini belakang masih mengkhawatirkan.

Kondisi Liverpool sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Chelsea yang juga punya lini belakang yang rapuh. Jumlah gol The Reds di pekan pertama lebih bagus dari Chelsea usai mengemas 4 gol ke gawang Leeds United lewat hattrick Mohamed Salah dan satu gol lain dari Virgil van Dijk. Hanya saja, baru juga Liga Inggris dimulai, namun gawang juara bertahan tersebut sudah kemasukan 3 gol oleh Leeds.

Virgil van Dijk yang meraih sederet penghargaan sebagai bek terbaik musim 2018/2019 serta masuk ke dalam tim terbaik pada musim lalu nyatanya tidak berkutik ketika bertemu tim promosi sekelas Leeds United.

Liverpool menang 4-3 atas Leeds United di Anfield, namun Van Dijk juga menjadi bulan-bulanan atas tiga gol tim tamu yang bersarang di gawang Alisson.

Van Dijk layak dianggap yang paling bertanggung jawab atas tiga gol Leeds United dalam laga tersebut. Dalam gol Jack Harrison, mantan bek Southampton itu gagal menjadi pelapis yang baik ketika Harrison dalam bayang-bayang Trent Alexander Arnold.

Gol kedua Leeds murni kesalahan Van Dijk yang tidak sempurna membuang bola. Hasilnya, blunder van Dijk itu dimanfaatkan Patrick Bamford menjadi gol penyeimbang.

Ketika The Reds sudah unggul 3-2, Van Dijk tidak berada di posisi yang seharusnya karena menjauh dari gawang Alisson. Komunikasi yang terputus antara Van Dijk dengan lini tengah membuat Mateusz Klich bebas menerima umpan Helder Costa dan membobol gawang Liverpool.

Di pekan pertama itu Leeds United hanya menghasilkan 6 percobaan, dengan 5 di antaranya dari permainan terbuka. Berbeda jauh dengan Liverpool yang memiliki 22 percobaan.

Meski demikian, dari 6 percobaan itu tim asuhan Marcelo Bielsa tersebut bisa memanfaatkannya dengan efektif sehingga menghasilkan tiga gol balasan.

Melihat sejumlah statistik tersebut, laga Chelsea vs Liverpool berpotensi ditentukan dengan performa lini belakang kedua tim.

Siapa yang paling fokus, maka akan meraih tiga poin kedua di musim ini. Mereka yang akan menang adalah yang bisa memanfaatkan kelengahan lini belakang tim lawan.

(MT)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.