Banner sumsel

Dua Pejabat PT PLN Batubara Diperiksa KPK

JAKARTA,koranindonesia.Id-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap dua pejabat sementara PT PLN Batubara, Plt Direktur Operasional PT PLN Batubara, Djoko Martono, dan Plt Direktur Keuangan PT PLN Batubara, Hartanto Wibowo, terkait kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1, Kamis (29/11/2018).

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan kedua pejabat tersebut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Idrus Marham. Dalam pemeriksaan  penyidik KPK akan mendalami skema kerjasama dalam proyek pembangunan proyek PLTU Riau-1. Selain itu, KPK juga akan menggali informasi terkait peran Idrus dalam kasus tersebut.

Selain dua pejabat PT PLN Batubara itu, KPK juga memanggil Tenaga Ahli DPR Tahta Maharaya, dan pihak swasta James Rijanto sebagai saksi untuk Idrus Marham. Sejauh ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Mantan Menteri Sosial Idrus Marham, Mantan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih, dan pemilik saham PT Blackgold Natural Resources Ltd, Johannes Budisutrisno Kotjo. Ketiganya saat ini mendekam di rutan K-4 KPK.

Idrus dan Eni menerima hadiah atau janji dari Johannes, selaku komisaris PT Blackgold Natural Resources Ltd, terkait upaya memuluskan proyek pembangunan PLTU Riau-1. Meskipun belum menerima uang tersebut, Idrus diyakini telah dijanjikan mendapat US$1,5 juta dari Johannes. Janji tersebut diberikan dalam upaya memperoleh Purchase Power Agreement (PPA) proyek PLTU Riau-1.

Sementara Eni, diduga berperan aktif sebagai perantara dalam pemberian uang suap itu. Eni menerima uang Rp4 miliar pada November hingga Desember 2017. Dia juga kembali mendapat uang pada Maret dan Juni 2018, sebesar Rp2,25 miliar.

Namun Eni sudah mengembalikan uang sejumlah Rp1,25 miliar ke KPK pada 10 Oktober 2018. (Erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.