Dua Oknum Satlantas Polresta Palembang Dikurung 14 Hari

PALEMBANG, koranindonesia. Id – Setelah dilakukan pemeriksaan, dua oknum anggota Satlantas Polresta Palembang berinisial PS dan TA menjalani sidang disiplin di Ruang Aula Mapolresta Palembang, Jum’at (6/4/2018) sekitar pukul 14.00.

Dalam persidangan itu, kedua anggota polisi berpangkat Bripka ini terbukti bersalah melakukan pungli terhadap pelanggar lalulintas saat menggelar razia di Jalan Jendral Sudirman, tepatnya depan Taman Makam Pahlawan, Kecamatan Kemuning, Palembang.

Sehingga, keduanya mendapatkan hukuman penempatan di tempat khusus atau penjara selama 14 hari. Putusan ini dibacakan langsung pimpinan sidang yang dipimpin oleh Wakapolresta Palembang AKBP Prasetyo Rahmad Purboyo.

Lebih lanjut, Prasetyo mengungkapkan, pihaknya masih mempertimbangkan bakal melakukan upaya penegakan hukum kepada saksi pelapor seorang mahasiswa Raudi dan pengunggah video Benny Edward Hasibuan.

“Sesuai aturan, bahwa yang disuap dan menyuap bakal kita lakukan upaya hukum serta diserahkan kepada Satreskrim Polresta Palembang,” ujar Prasetyo ketika ditemui awak media sesuai persidangan.

Ia mengatakan, kejadian ini dapat dijadikan pelajaran bagi anggota yang lain agar tidak melakukan tindakan yang dapat mencoreng citra polisi. “Kami juga imbau kepada masyarakat yang berkendaraan, agar tidak memberkan celah pada petugas untuk berbuat melanggar,” katanya.

Persidangan yang menghadirkan saksi pelapor Raudi dan pengunggah video Benny Edward Hasibuan terungkap juga Raudi berbohong. Sebelumnya ia sempat mengaku orangtuanya sakit dan sedang dirawat di rumah sakit.

Hal itu dilakukannya, lantaran ingin cepat-cepat berangkat ke perguruam tinggi tempatya menimba ilmu. “Semuanya bohong, saya melakukanya karena ingin cepat-cepat ke kampus. Waktu itu saya sudah terlambat Pak,” kata Raudi saat dikonfirmasi seusai sidang.

Sementara itu, Benny menjelaskan sebelum mengambil video itu, dirinya sempat memantau terlebih dahulu dari halte Transmusi yang ada di depan Taman Makam Pahlawan. Ia sempat mewawancarai beberapa pelanggar lalulintas lainnya.

Hingga akhirnya ia bertemu dengan Raudi dan sempat menasehatinya bahwa yang dilakukan Raudi itu salah. “Kami pun masuk ke dalam pos, dan minta semuanya dilakukan sesuai prosedur. Saya melakukan ini untuk edukasi kepada masyarakat,” ucapnya memberikan kesaksian.

Selain itu, tahun 2015 ia pernah mengalami hal yang sama seperti Raudi. “Sudah sering saya rekam, salah satunya di pos polisi Km5 beberapa waktu lalu. Saya melakukan ini atas inisiatif sendiri, tidak ada suruhan atau paksaan orang lain,” pungkasnya. (yyn).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.