Banner sumsel

Dua Napi dan Seorang Sipir Lapas Banyuasin Edarkan 4 Kg Sabu

  •  15.000 Ekstasi

PALEMBANG, koranindonesia.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatra Selatan (Sumsel) mengungkap peredaran empat kilogram narkoba jenis sabu serta 15.000 butir pil ekstasi yang dikendalikan oleh dua orang napi dan seorang sipir dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banyuasin.

Dua napi tersebut yakni Arman alias Aji (47) dan Rimbo Lasmono alias Tembok (40) yang divonis 15 tahun penjara pada 2017 lalu karena kasus peredaran narkoba. Dua napi ini memanfaatkan jasa Ryan Hidayat (26), sipir pada Lapas Kelas III Banyuasin untuk mengedarkan barang haram tersebut.

Tersangka Rimbo mengaku, perannya sebagai bandar narkoba tidak berhenti usai dipenjara. Rimbo masih mengendalikan peredaran narkoba dengan memanfaatkan jaringan yang masih dimilikinya.

“Saya pesan dari Jambi, diambil oleh anak buah. Terus saya suruh Ryan mengedarkannya,” ungkap tersangka Rimbo di Mapolda Sumsel, Senin (29/10/2018).

Rimbo positif mengonsumsi narkoba saat urinenya diperiksa oleh petugas. Dirinya mengaku saat di lapas pun masih mengonsumsi sabu. “Saya pakai sabu di dalam lapas,” ujarnya.

Tersangka Ryan mengaku, sudah empat kali menjadi kurir atas perintah Rimbo. Dirinya mengaku diupah berbeda setiap dirinya mendapatkan perintah untuk mengambil sabu.

“Saya baru delapan bulan kerja jadi sipir, baru CPNS belum PNS. Diupah antar narkoba Rp1-2 juta,” kata dia.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, kasus tersebut terungkap dari adanya laporan salah seorang petugas lapas tentang adanya kegiatan transaksi narkoba di dalam lapas. Petugas melakukan penyelidikan dan mengintai tersangka Ryan.

Saat Ryan hendak masuk ke dalam lapas dengan membawa satu kardus di tangannya, petugas mendekati tersangka. Tersangka yang menyadari dikuntit membuang kardus tersebut ke semak-semak dan melarikan diri.

Sebagian petugas mengamankan kardus tersebut sementara yang lainnya mengejar tersangka hingga 50 meter dari lokasi kejadian akhirnya tertangkap. Saat diperiksa, kardus tersebut berisi empat paket besar sabu seberat empat kilogram dan enam paket pil ekstasi berjumlah 15.000 butir.

“Terungkaplah peran Rimbo dan Aji yang mengendalikan bisnis tersebut. Ketiga tersangka sudah kami ringkus,” kata Zulkarnain.

Penyidik akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk mengetahui seberapa besar peredaran narkoba di dalam lapas ini. Apalagi seorang napi bisa bebas mengendalikan peredaran narkoba bahkan mengkonsumsi sabu di dalam sel. “Kita ungkap kasus ini seterang-terangnya, sampai tuntas,” tegasnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenkum HAM Sumsel Sudirman D Hury mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan mengenai adanya seorang CPNS Kemenkumham yang ditangkap atas kasus peredaran narkoba. Namun Kalapas Banyuasin maupun Kanwil Kemenkumham Sumsel, belum menerima surat penahanan terhadap tersangka Ryan. “Pegawai itu akan diberhentikan, itu sanksi tegasnya,” tukasnya.(ram)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.