Banner sumsel

Dua Kali Mangkir, Anggota DPRD Sumut, Ferry Suando Jadi Buronan KPK

JAKARTA,koranindonesia.Id-Dua kali tidak mengindahkan panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, Ferry Siando Tanuray  masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah mengatakan KPK telah menetapkan Ferry sebagai tersangka dan menjadi DPO.

“Resmi kami mengirimkan surat pada Kapolri Up SES NCB-Interpol Indonesia tertanggal 28 September 2018 tentang DPO atas nama Ferry Suando Tanuray Kaban, anggota DPRD Sumut,” katanya, kepada wartawan, Senin (1/10/2018).

Febri mengingatkan kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan Ferry bisa melaporkan ke kantor Kepolisian terdekat atau menghubungi KPK langsung di nomor 021-25578300. Febri juga mengingatkan kepada yang bersangkutan agar koperatif atau menyerahkan diri.

Dalam kesempatan ini Febri juga meminta tak ada pihak yang menghalangi penyidikan kasus ini. Apabila ada pihak yang menyembunyikan atau membantu tersangka akan diancam pidana sebagaimana dimaksud Pasal 21 UU Tipikor dengan ancaman 3-12 tahun penjara.

“Jangan ada yang bermaksud untuk menyembunyikan tersangka, kalau tidak mau terlibat dengan hukum,” jelasnya.

Dalam kasus ini KPK telah menangkap 2 orang tersangka, yaitu Musfalifah dan M Faisal karena dianggap tidak kooperatif. Febri mengingatkan agar para tersangka bersikap kooperatif, salah satunya dengan memenuhi panggilan KPK.

“KPK memperingatkan pada anggota DPRD lain dalam kasus ini agar memenuhi panggilan penyidik dan tidak menggunakan alasan yang dicari-cari untuk tidak datang,” tegasnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 38 tersangka. Ke-38 orang itu diduga menerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho senilai Rp 300-350 juta per orangnya. (Erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.