Banner sumsel

Dua Hari KPU Banyuasin  Verifikasi DPS Tingkat Desa

BANYUASIN, koranindonesia.id- Selama dua hari Komisi pemilihan Umum (KPU) Banyuasin melakukan proses verifikasi Daftar Pemilihan Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Kali ini KPU mengajak operator Sidalih untuk sistem verifikasi dengan Sistem Sidalih Fersi 2 di ubah ke Fersi Sidalih Fersi 2 titik 1 di Graha Sedulang Setudung Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin, Senin (9/4/2018)

Komisioner KPU Banyuasin Divisi Sosialisasi Salinan  mengungkapkan, rapat koordinasi sinkronisasi dimulai  Minggu 8/4 sampai Senin 9/4 agendanya penyusunan DPSHP, PPK, PPS dan operator Sidalih Kecamatan, mengingat KPU pusat telah mengumumkan bahwa penggunaan sistem sidalih fersi 2 harus diganti dengan menggunakan sistem sidalih fersi 2 titik 1, hal ini dimaksudkan agar data DPSHP yang ada di Kabupaten Banyuasin bisa masuk ke server KPU pusat.

Menurut Salinan, ini hanya ada perubahan sistem saja, karena kalau satu Indonesia DPSHP masuk pada server Sidalih 2  tidak dapat diinput makanya digunakan fersi Sidalih 2 titik 1.  Selain itu kegunaan sidalih versi 2 titik 1 menampik adanya data yang salah saat dilakukannya kegiatan singkronisasi. Karena ternyata dalam aplikasi ini tidak semua data terfilter misalnya ada pemilih ganda, pindah TPS Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan lain sebagainya jadi dengan sinkronisasi mana data yang ganda dicoret melalui kegiatan ini yang dibantu operator.

“Semua PPS membuka laptop dibantu operator sidalih membantu proses verifikasi DPSHP yang dilakukan oleh PPS. Karena tanggal 12-13 April DPSHP harus sudah dipleno di tingkat PPK,” jelas Salinan.

Salinan menambahkan, KPU Banyuasin akan tetap memperjuangkan hak warga Banyuasin untuk memperoleh hak suara dalam Pilkada atau pemilu nanti.

“Kalau ada warga yang belum rekaman KTP secepatnya rekam, kalaupun belum rekam yang sudah memiliki surat keterangan dari Dinas Catatan Sipil berhak memilih pada TPS tempat domisili,” imbuh Salinan.

Salinan menambahkan, semula daftar pemilih tetap (DPT) Kabupaten banyuasiin sebesar 586450 mata pilih dengan adanya penambahan yang baru berarti bisa di perkirakan DPT Banyuasin akan bertambah 37 209.

“Kami telah memplenokan tentang DPS tambahan tersebut 16 Maret lalu di kantor KPU Banyuasin, kami akan perjuangkan hak pilih masyrakat agar mereka dapat menyalurkan hak pilihnya pada pilkada dan pilpres juga Pileg mendatang,” ungkap Salinan.

Dia mengatakan, sebagian PPK telah mendata mendat dari Tempat pemungutan Suara (TPS) sebanyuasin yang mencapai 1815 TPS. “Tidak ada penambahan TPS tahun ini kendati jumlah DPT tahun ini bisa lebih besar dari sebelumnya.

Warga Suak Tapeh Adam (40) mengatakan, dirinya mengaku sudah terdaftar pada pilkada dan pemilu tahun ini dan  berharap KPU terus kerja ekstra agar setiap warga benar-benar mendapatkan haknya untuk memilih pada pemilihan Kepala Daerah dan Presiden mendatang.

“Saya dan keluarga akan memanafaatkan hak suara saya untuk menentukan pemimpin Banyuasin, Presiden dan wakil takyat pada Pilkada dan pemilu serentak bangsa Indonesia untuk kelanjutan 5 tahun mendatang,” ujar Adam. (wal)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.