Banner sumsel

Dua Hakim dan 1 Panitera PN Jaksel Jadi Tersangka

JAKARTA,koranindonesia.Id-Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK) menetapkan dua hakim, satu Panitera Pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta dan dua pemberi suap  Pengacara Arif dan Martin P Silitonga sebagai tersangka kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait perkara perdata di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel).

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan dalam OTT yang dilakukan pada Selasa malam hingga Rabu dini hari, menangkap dua Hakim PN Jaksel Iswahyu Widodo dan Irwan, panitera pengganti PN Jaktim M Ramadhan, dan pengacara Arif Fitrawan dan Martin P Silitonga. Mereka ditangkap terkait dugaan transaksi suap berkaitan dengan perkara perdata di PN Jaksel.

“Kita sudah jadikan mereka tersangka, setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik dan Barang Bukti (BB) yang diamankan dari tangan tersangka,” ungkapnya kepada koranindonesia.id, melalui pesan singkatnya, di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Dijelaskan Febri untuk Hakim Widodo dan hakim Irwan ditangkap penyidik KPK di tempat kos masing-masing di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, pada Selasa, 27 November 2018, sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka diduga menerima suap Rp 150 juta dan SGD 47 ribu dalam kasus perkara perdata dengan nomor perkara 262/Pid.G/2018/PN Jaksel.

Sebelumnya, penyidik KPK menahan Arif Fitrawan dan seorang advokat yang merupakan rekannya di sebuah restoran cepat saji di daerah Tanjung Barat sekitar pukul 19.00 WIB. Secara paralel, tim KPK lainnya mengamankan panitera PN Jaksel, Muhammad Ramadhan (MR), di kediamannya di daerah Pejaten Timur; dan seorang petugas keamanan. KPK juga menyita duit senilai SGD 47 ribu.

Saat ini diungkapkan Febri seluruh tersangka telah dilakukan penahanan untuk dilakukan pemeriksaan berikutnya. Bagi Iswahyu Widodo dan Irwan, dan Ramadhan ketiganya dijerat dengan Pasal 12 huruf c dan/atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan pengacara Arif Fitrawan dan Martin P Silitonga ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Keduanya dikenai Pasal 6 ayat (1) huruf a dan/atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.