Banner sumsel

Dua Bulan Buron, Tersangka Begal dan Pembunuh Pelajar Ditembak

PALEMBANG, koranindonesia.Id – Dua bulan berstatus buronan polisi, akhirnya jajaran Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel berhasil melumpuhkan Romadhon alias Wak Tok (19), pelaku perampokan hingga membuat korban Muhammad Deni Setiawan tewas di Jalan Mayor Zurbi Bustan, Sukarami, depan SDN 127 Palembang, Senin 9 Juli 2018 silam.

Satu dari 16 pelaku pencurian dengan kekerasan ini, tidak dapat berbuat banyak saat butiran timah panas petugas menembus kaki kanannya. Tak ingin membuang waktu lagi, tersangka yang tercatat sebagai warga Jalan Cemara I No 1844 RT 52/13 Kelurahan Lebong Gajah, Sako, Palembang itu pun, langsung digelandang ke Polda Sumsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Jumlah pelaku seluruhnya yang merampok pelajar hingga meninggal dunia dan dua korban lainnya luka-luka, ada 16 orang, 10 diantaranya sudah kita tangkap dan kini kami masih kejar lima pelaku lainnya. Kala itu, mereka membawa kabur sepeda motor korban,” papar Kasubdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara Jaya saat gelar perkara, Selasa (2/10/2018).

Mengenai motif yang digunakan, tidak lain solidaritas sesama teman, lantaran salah satu teman dari pelaku pernah jadi korban curas.

“Dari tangan mereka, kami amankan barang bukti berupa satu pucuk senjata tajam jenis celurit dan satu unit sepeda motor milik korban, untuk tersangka kami jerat dengan pasal 365 KUHP ayat 1, 2, 3, dan 4,” tegasnya.

Sementara itu, tersangka Romadhon mengaku, membacok korban di bagian belakang sebanyak dua kali menggunakan celurit. Sedangkan sepeda motor korban, belum sempat dijual tapi dititipkan kepada temannya.

“Sebelumnya kami berkumpul di Perumnas Sako dulu. Melihat korban berbonceng tiga, kami pepet sepeda motornya. Ketika berhenti, kami langsung melancarkan aksi. Saat korban terjatuh, kami beramai-ramai memukulinya dan membawa lari sepeda motornya,” urai tersangka.

Selama pelarian, tersangka sempat berpindah-pindah. Sembunyi di Jakarta, Prabumulih dan kembali ke Palembang.

“Sebenarnya yang mendorong saya melakukan ini, karena teman kami pernah diperlakukan sama, jadi kami dendam dengan perampok,” tambahnya.

(fhy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.