Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

Dua Begal Modus COD Diringkus

PALEMBANG, koranindonesia.id – Dua pelaku begal dengan modus Cash On Delivery (COD) yakni Slamet Riyadi alias Met (27) bersama Firmansyah (20) diringkus Unit Pidum dan Tim Tekab Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Palembang.

Kedua tersangka ditangkap di dua lokasi yang berbeda-beda. Slamet diringkus di tempat persembunyiannya di kawasan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumsel. Dia terpaksa diberikan tindakan tegas terukur karena melawan dan kabur ketika ditangkap.

Sedangkan, tersangka Firmansyah ditangkap di sekitar tempat tinggalnya Jalan SH Wardoyo, Gang Duren, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Selasa (14/9/2021) malam.

Mereka membegal Indra Surya Lesmana (24) di Jalan KH Azhari, tepatnya Kampung Kapitan, Kecamatan SU I Palembang, Senin (24/8/2021) sekitar pukul 15.00. Bermula ketika korban akan menjual ponsel kepada tersangka dan janjian bertemu di tempat kejadian perkara (TKP).

Ketika bertemu, tersangka meminjam ponsel yang akan dijual oleh korban dengan alasan akan mengecek kondisinya. Lalu, pelaku lain mengancam Indra dengan pisau, agar segera menyerahkan ponsel tersebut. Keduanya pun langsung melarikan diri.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidum AKP Robert P Sihombing mengatakan, setelah menerima laporan dari korban, pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan serta berhasil mengamankan kedua pelaku.

“Alhamdulillah, kami Satreskrim Polrestabes Palembang khususnya Unit Pidum dan Tekab berhasil mengamankan dua pelaku begal dengan modus COD,” kata Tri saat dibincangi awak media di ruang kerjanya, Rabu (15/9/2021) siang.

Dia mengatakan modus operandi kedua tersangka dengan cara berpura-pura membeli ponsel milik korban. Kemudian, mereka sepakat janjian bertemu di lokasi kejadian. Di sanalah, pelaku melancarkan aksinya dengan menggunakan senjata tajam (sajam).

“Kedua tersangka kita kenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana di atas lima tahun penjara. Untuk barang bukti kita amankan satu unit sepeda motor yang digunakan ketika bertransaksi,” pungkasnya. (depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.