Banner Pemprov Standar

DR Mutilasi Pacar karena Mengaku Hamil

 

 

PALEMBANG, koranindonesia.id —Setelah bebas melenggang selama 35 Hari, akhirnya Deri Permana (21) bertekuk lutut dihadapan anggota Detasemen Intel (Denintel) dan Kodam II Sriwijaya. Dari tempat persembunyiannya di Padepokan Monghiam pimpinan H Sar’i, Kabupaten Serang Banten, pelaku mutilasi pacarnya sendiri, Fera Oktaria (21) digelandang ke Denpomdam II Sriwijaya, Jumat (14/6).

“Persembunyian DR ini diketahui setelah yang bersangkutan melakukan komunikasi dengan keluarganya pada tanggal 13 Juni 2019 kemarin, dimana mengatakan dirinya sedang berada di lokasi. Dengan menyebar Denintel, kita lakukan penangkapan,” papar Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II Sriwijaya, Kolonel Inf Djohan saat melakukan konfrensi pers di Markas Polisi Miller (Pomdam) II Sriwijaya.

Dikatakan Djohan, awal mula keributan dimulai dari permintaan korban untuk dinikahi secara resmi, kantor maupun negara. Namun, tersangka belum bisa mewujudkan karena masih terikat pendidikan kedinasan TNI.

“Kejadiannya di kamar nomor 06 penginapan Sahabat Mulia, Jalan PT Hindolo RT 05 RW 03 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba pada pukul 08.00 WIB. Walau sempat terjadi hubungan badan dan korban mengaku hamil, tersangka yang tidak bisa meredam emosinya ini membekap mulut korban hingga tidak bisa bernafas,” tambahnya.

Melihat kondisi korban terkapar dan meninggal dunia, terlintaslah untuk menghapus jejak.

“Dari sana, tersangka mutilasi korban menggunakan Gergaji dan membeli sebuah koper untuk memasukan mayat korban. Tak hanya itu, korban pun nyaris dibakar menggunakan racun nyamuk. Tersangka yang gugup, akhirnya memasukkan jenazah korban didalam kasur dan meninggalkan sepeda motor korban dilokasi,” tambahnya.

Dalam pelarian ke Lampung dengan membawa rasa takut, gugup dan sedih karena sang pujaan hati telah dihabisi, lanjut Djohan, tersangka menanyakan ke salah satu penumpang soal pendalaman pendidikan agama, yang tersebutlah pedepokan yang berlokasi di Serang Benten itu.

“Tepat tanggal 10 Mei DR tiba di Padepokan dan sampai kemarin pada tanggal 13 Juni 2019. Kini kita masih terus diambil keterangannya,” tegas Djohan.

Sementara, DR saat dibincangi wartawan mengenai kasus ini, hanya bisa menundukkan kepala.  Tak ada satu kata pun keluar dari bibir tersangka.

Seperti diberitakan sebelumnya, Fera Oktaria (21) warga Jalan KH Azhari Lorong Indra Karya RT 33 Kelurahan 16 Ulu KECAMATAN Seberang Ulu II tewas dimutilasi pacarnya Deri Permana alias DR (21) dalam kamar 06 Penginapan Sahabat Mulia, Jalan PT Hindolo RT 05 RW 03 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba pada Jumat (10/5) pukul 11.00 WIB. (fhy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.