Banner sumsel

DPRD Tulung Agung ‘Belajar’ ke BPR Palembang

PALEMBANG,koranindonesia.id – Pansus  3 DPRD Tulung Agung beranggotakan 12 bersama 10 orang dari mitra kerja (Pemkab) Tulung Agung melakukan kunjungan kerja  ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Palembang, karena dianggap berhasil meningkatkan aset dan laba dalam waktu singkat, Rabu (25/04/2018).

H Abdul Wahid Syukur Komisaris Utama Bank BPR Palembang mengatakan,  BPR Palembang baru  berdiri 2 tahun, namun keberadaannya sudah mulai dirasakan.

“Kita berdiri 2016. Total aset kami Rp 105 miliar. Penyaluran kredit Rp 54 miliar dan dana pihak ketiga Rp 55 miliar,” ujarnya saat menerima kunker DPRD Kabupaten Tulungagung Jatim di Kantor BPR Palembang.

Wahid mengungkapkan, awal berdiri memang rugi. Namun pada akhir 2017  memperoleh laba Rp 1 miliar 6 juta. Pada 2018 triwulan pertama laba yang diperoleh Rp 275 juta.

mdiatas Rp 50 miliar, direksinya boleh 3 orang. Peraturan OJK, salah satunya membawahi direktur kepatuhan. Namun tidak boleh terlibat dalam penghimpunan dana,” ujarnya.

Dia menjelaskan untuk produk unggulan adalah kredit multiguna, bisa digunakan untuk apa saja yang penting punya penghasilam dan  sanggup bayar tiap bulan. Kemudian kredit PNS dan kredit UKM tanpa bunga, serta kredit umum dengan jaminan.

Dikatakannya  suku bunga yang ditetapkan BPR Palembang  lebih tinggi dibandingkan bank umum, jika bank umum 5, 5 persen, maka BPR Palembang mencapai 8,25 persen. Sehingga  banyak masyarakat yang menabung.

“Penyaluran kredit kami juga berjalan. Sehingga ada keseimbangan antara penghimpunan dana kepihak ketiga denganpenyaluran kredit, dan asing masing karyawan kita berikan target untuk mencari nasabah,” ujarnya.

Sementara Ketua Pansus III DPRD Tulungagung Heru Santoso mengatakan, pihaknya berhasrat untuk men dorong BPR Tulungagung bisa berdaya guna dan  bisa berdaya saing.

“BPR Tulungagung berdiri 1993. Dengan modal Rp 26 miliar. Aset kita 150 miliar ini sudah 25 tahun dan laba Rp 4 miliar. BPR Palembang ini lariya cepat. Makanya kita ingin belajar dengan BPR Palembang. Kita mencari ilmu tambahan. Kinerjanya sama, kreativitasnya beda- beda. Kita ingin pelajari mengapa BPR Palembang  bisa cepat larinya,” tandasnya. (win)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.