Banner sumsel

DPRD Sumsel Janji Akan Selesaikan Masalah Driver Ojek Online

PALEMBANG,koranindonesia.id – Halaman DPRD Sumsel hari ini (23/04/2018) menghijau, menyusul aksi demo ratusan pengemudi ojek online dari Grab dan Gojek yang tergabung dalam Koalisi Lintas Komunitas.

Kedatangan para driver ini diterima Wakil Ketua DPRD Sumsel, Chairul S. Matdiah. Pada kesempatan Chairul berjanji akan membantu untuk menjadi mediator antara driver online dan aplikator.

“Kami berjanji akan menuntaskan permalahan ini dan mengajak pengambil keputusan dari kedua aplikator untuk duduk bersama mencari memecahkan persoalan ini. Kami berjanji akan perjuangkan hak kalian,” tegas Chairul.

[irp posts=”6979″ name=”Ratusan Driver Ojek Online Datangi DPRD Sumsel”]

Chairul mengatakan persoalan ini  tidak boleh berlarut-larut , selain akan memperuncing persoalan dan merugikan para driver. Juga  tidak baik bagi Sumsel, khususnya Kota Palembang karena sebentar lagi Kota Palembang akan menajdi tuan rumah Asian Games.

Diketahui aksi driver ojek inline ini  merupakan tindaklanjut  dari mediasi-mediasi yang pernah dilakukan sebelumnya dengan pihak aplikasi yang tidak pernah menemui titik terang. “Permasalahan-permasalahan yang menimpa kami sebagai mitra mereka sampai saat ini belum ada kejelasan,” ujar Koodinator Lapangan (Korlap) Rusdi Singo disela aksi.

Ia menjelaskan, adanya perang tarif dan penurunan tarif dasar antara kedua aplikasi online (Grab dan Gojek) berdampak kepada driver karena merugikan driver yang menjadi mitra mereka. Lagi pula, para pengemudi diperas dengan adanya diskon dan penurunan tarif dari PT. Grab dari semula tarif dasar Rp. 4 ribu, menjadi Rp 2 ribu dengan asumsi yang diterima para driver Grab untuk 10 poin hanya Rp12 ribu.

“Semula harga bayar terendah Gojek dari Rp10 ribu kemudian turun menjadi Rp8 ribu. Dengan penurunan itu, pengemudi mendapat minimal Rp6.400 untuk setiap order GoRide. Kami sudah keluar modal besar, mobil  dan motor milik sendiri, tapi seakan-akan kami menjadi sapi perahan mereka,” tegas Rusdi.

Karena itu, pihaknya pun meminta adanya penyesuaian tarif dasar satu harga yang dapat membuat persaingan  antarojek online menjadi lebih sehat. Selain itu, mengembalikan perhitungan performa menjadi 40% dengan menetapkan tarif dasar Rp. 12 ribu, memberlakukan tarif per KM Rp. 3 ribu sampai Rp. 5 ribu, serta tidak membuat kebijakan sepihak yang merugikan mitranya seperti menaikan poin, performa serta melakukan suspend sepihak.

“Kami meminta kepada pihak aplikator menghentikan perang tarif ini, karena yang dirugikan jelas kami para driver. Kami ingin ketegasan dari aplikator mengenai aspirasi kami ini,” tegasnya.  (Sen)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.