Banner sumsel

DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke-76 Kabupaten Musirawas

MUSIRAWAS,koranindonesia.id-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Musi Rawas (Mura) menggelar rapat paripurna istimewa HUT Kabupaten Mura ke- 76. HUT yang mengambil tema ‘Dengan Semangat AK 5 Persatuan dan Gotong Royong Kita Wujudkan Musi Rawas Sempurna Menuju Sumsel Maju Untuk Semua’ berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Musirawas.

Rapat Paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Musirawas, Yudi Fratama, SH dihadiri 30 anggota DPRD Mura.

Pada kesempatan itu Bupati Mura Hendra Gunawan mengatakan, di usia ke-76 tahun Kabupaten Mura telah melahirkan dua anak yakni Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Menurutnya dari enam kabupaten yang ada di Sumsel yang melakukan pemekaran waktu itu, hanya Kabupaten Mura yang legowo keluar dari rumah sendiri dan membangun Kabupaten baru.

“Semuanya diberikan kepada kota Lubuklinggau, bahkan Lubuklinggau saat ini sudah menjadi nomor dua terbesar di Sumsel. Inilah pengorbanan orang tua untuk anaknya,” ungkapnya dalam sambutan.

Ia mengungkapkan selama empat tahun memimpin Kabupaten Mura terus berupaya membenahi infrastruktur, ekonomi, sosial budaya maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

“Dengan APBD yang terus terus meningkat, dari Rp 1,5 Trliun pada tahun 2015 menjadi Rp 1,9 Triliun tahun 2019.

Maka Mura Sempurna bukan hal yang mustahil untuk kami wujudkan supaya rakyatnya sejahtera, aman dan nyaman,” paparnya.

Sementara Gubernur Sumsel, H Herman Deru memuji kepemimpinan Bupati Mura H Hendra Gunawan, menurutnya Mura merupakan kabupaten yang sangat masyhur dan satu-satunya daerah otonomi baru (DOB) setelah Lubuklinggau lahir Muratara.

“Bupati sudah mengungkapkan begitu gamlang, satu-satunya daerah yang memindahkan ibukota kabupaten induknya ke daerah lain, kebesaran hati itu tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat Mura,” paparnya.

Semua tumbuh maju, jika di Provinsi Lampung ada Kota Metro yang semula tergabung Kabupaten Lampung Tengah dengan UU yang bersamaan lahir Kota Lubuklinggau.

“Apapun itu lahirnya DOB baru merupakan hasil aspirasi masyarakat yang disetujui oleh DPRD dan dilanjutkan ke DPR RI dan kementerian dalam negeri. Konsekuensinya harus cermat menghitung aset dan kami akan membantunya,” kata Deru. (San/ADV)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.