DPB-PK Masih Temukan Hotel Tak Miliki Apar

PALEMBANG, koranindonesia.id – Sanksi kurungan dan denda Rp50 juta siap menanti pemilik hotel yang tidak memiliki Alat Pemadam Api Ringan (Apar). Sebab, Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (DPB-PK) Kota Palembang menyatakan masih menemukan hotel tidak dilengkapi Apar.

Kepala Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (DPB-PK) Kota Palembang, Decky Lengardi Tatung menyampaikan, hasil penelusuran pihaknya menemukan beberapa hotel maupun dan pemilik usaha yang mengabaikan alat pemadam kebakaran.

Padahal, alat pemadam kebakaran tersebut  wajib disediakan para pemilik hotel maupun tempat usaha, sesuai dengan aturan yang ditetapkan. “Wajib menyediakan apar atau hydrant. Karena itu berkaitan dengan keselamatan bagi banyak orang,” katanya, Rabu (6/2/2019).

Menurutnya, temuan lain pihaknya menemukan kurangnya standar keamaman terkait keselamatan bahaya kebakaran. Harusnya, pemilik usaha harus rutin memeriksakan fungsi dari alat pemadam kebakaran yang dimiliki, minimal enam bulan sampai satu tahun sekali. “Hasil sidak kami, ada yang aparnya tidak berfungsi, ada yang beku dan ada yang tidak sesuai standar,” imbuhnya.

Padahal ada sanksi yang menanti bagi mereka yang mengabaikan hal tersebut. Dimana, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 31/2011, dengan sanksi kurungan tiga bulan dan denda Rp50 juta. Itu berlaku bagi semua jenis usaha, seperti hotel dan restoran, termasuk di kantor-kantor pemerintahan.

“Kita ada tim yang akan rutin melakukan pengecekan setiap hari ke seluruh tempat usaha termasuk kantor-kantor. Bagi yang tidak mentaati aturan dan melunasi retribusi, maka ada sanksi,” sebutnya.

Untuk standarnya sendiri, bagi bangunan dengan luas 1000 meter persegi dan tinggi gedung minimal empat lantai, wajib memiliki hydrant. Selain itu, sesuai standar ada tiga jenis alat pemadam yang harus dilengkapi, yakni elektrik pump, jockey pump dan diesel pump.

“Kemarin kita ke salah satu hotel bintang lima yang cukup ternama di Palembang, standar kelengkapan alat pemadam kebakarannya kurang, karena tidak memiliki diesel pum. Jadi kita minta harus dilengkapi dan sesuai standar kami,” jelasnya.

(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.