Dovizioso Soroti Sisi Marc Marquez yang Baru Dipahami Ducati di Tengah Tekanan Aprilia

Aprilia mengirim peringatan keras kepada Ducati setelah menguasai seluruh podium balapan utama MotoGP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone. Hasil itu datang ketika Marc Marquez hanya finis ketujuh, sedangkan Francesco Bagnaia gagal meraih poin akibat kecelakaan.

Di tengah tekanan tersebut, Andrea Dovizioso menilai Ducati kini mulai memahami nilai lain dari Marc Marquez. Menurut mantan pembalap MotoGP itu, Marquez bukan sekadar sosok dengan kecepatan alami, melainkan pemimpin yang membentuk lingkungan kerjanya.

Podium Penuh Aprilia di Silverstone

Raul Fernandez dari Trackhouse Racing menjadi pemenang balapan utama pada Minggu, 16 Agustus 2026. Jorge Martin menempati posisi kedua, sementara Marco Bezzecchi mengamankan urutan ketiga untuk melengkapi dominasi Aprilia.

PembalapTim/MotorHasil Balapan Utama
Raul FernandezTrackhouse RacingJuara
Jorge MartinApriliaPosisi kedua
Marco BezzecchiApriliaPosisi ketiga
Alex MarquezDucatiPosisi keempat

Alex Marquez menjadi pembalap Ducati terbaik dengan finis di posisi keempat. Marc Marquez juga hanya berada di peringkat kesembilan saat sprint race, sehingga Silverstone menjadi akhir pekan yang berat bagi kubu Ducati.

Dovizioso menilai Aprilia harus memanfaatkan situasi tersebut untuk mengumpulkan poin sebanyak mungkin. Ia mengingatkan bahwa keunggulan pada satu sirkuit belum tentu bertahan ketika kalender berpindah ke trek dengan karakter berbeda.

Kepemimpinan yang Dilihat Dovizioso

Dovizioso menyatakan sudah melihat kapasitas kepemimpinan Marc Marquez sejak keduanya masih bersaing di lintasan. Penilaian itu didasarkan pada metode kerja Marquez yang dinilai terukur, termasuk cara membangun pengaruh terhadap orang-orang di sekitarnya.

“Bagi saya, Marc adalah seorang pemimpin. Sekarang Ducati sudah memahami seperti apa Marc, sebelumnya mereka tidak melihat hal itu,” kata Dovizioso.

Ia menilai bakat besar Marquez memang menjadi modal penting saat motor sedang kompetitif. Namun, keberhasilan pembalap berjuluk Si Alien itu juga lahir dari perencanaan dan kerja keras, bukan semata-mata keberanian serta kecepatan.

Pendekatan tersebut, menurut Dovizioso, membuat orang-orang di lingkungan kerja Marquez merasa nyaman. Faktor itu menjadi bagian dari kekuatan yang tidak selalu terlihat dari hasil satu balapan.

Silverstone Tidak Menentukan Peta Musim

Dovizioso menyebut Silverstone sebagai lintasan unik karena lebar dan menuntut pembalap dalam banyak aspek. Karena karakter ekstrem itu, hasil di Inggris tidak dapat dipakai sebagai ukuran mutlak kekuatan semua tim sepanjang musim.

Meski begitu, ia melihat Aprilia sedikit lebih unggul daripada Ducati pada musim ini. Selisih performa kedua pabrikan dinilai tidak besar, sehingga kondisi trek dan perubahan situasi balapan dapat mengubah persaingan dengan cepat.

Alex Marquez memperlihatkan bahwa Ducati tetap memiliki peluang di Silverstone. Dovizioso menilai ia mampu mengelola cengkeraman ban dengan baik dan sebenarnya dekat dengan pertarungan podium.

Perbedaannya, Aprilia lebih konsisten menempatkan pembalap di barisan depan sejak kualifikasi, sprint, hingga balapan utama. Konsistensi itu membuat dominasi mereka di Silverstone terlihat lebih meyakinkan dibanding Ducati.

Peluang Martin dan Tantangan Ducati

Dovizioso juga memberi perhatian kepada Bezzecchi yang berani mengambil risiko demi mengunci podium setelah pulih dari cedera. Ia menilai keputusan tersebut mencerminkan mentalitas pembalap yang berani menantang perebutan gelar dunia.

Untuk persaingan gelar 2026, Dovizioso menempatkan Jorge Martin sebagai pembalap Aprilia yang paling siap. Martin memiliki pengalaman menjadi juara dunia dan kini memimpin klasemen sementara setelah seri ke-12.

Martin unggul 31 poin atas Bezzecchi yang berada di posisi kedua. Marc Marquez menempati urutan keempat, dengan selisih tiga poin dari Ai Ogura di peringkat ketiga.

Dovizioso membuka kemungkinan kesulitan Marc Marquez di Silverstone berkaitan dengan karakter Ducati di trek tersebut atau kondisi fisiknya. Namun, ia menilai situasi dapat berubah di Aragon, tempat Marquez berpeluang kembali menciptakan perbedaan seperti yang pernah dilakukannya di Sachsenring.

Baca Juga