Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Dorong Eks-PMI Kembangkan Usaha, Kominfo Latih Keterampilan Digital

JAKARTA, koranindonesia.id – Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Pelatihan Digitalisasi Kelompok Ekonomi Ekspekerja Migran Indonesia (eksPMI). Pelatihan itu ditargetkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mantan pekerja migran agar memiliki bekal mengembangkan usaha produktif dan inovatif.

“Pelatihan dan pendampingan ini dirancang untuk membekali sumberdaya manusia, terutama ekspekerja migran agar bisa memanfaatkan teknologi informasi agar siap memasuki industri 4.0.” jelas Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Basuki Yusuf Iskandar dalam Pembukaan Pelatihan Digitalisasi Kelompok Ekonomi Eks Pekerja Migran Indonesia yang berlangsung secara virtual dari Jakarta, Senin (07/09/2020).

Di era saat ini, menurut Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, harus dilakukan terobosan agar pekembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) diikuti dengan kemampuan sumberdaya manusia.

“Di abad ekonomi kreatif dan digital, setiap orang agar bisa survive perlu melakukan transformasi digital. Target pelatihan ini agar peserta punya ide dalam mengembangkan rencana bisnis dan akses keuangan dan jejaring dengan lembaga lain,” paparnya.

Basuki Yusuf Iskandar menilai eksPMI telah memiliki modal dasar yang kuat agar bisa mengembangkan inovasi dengan pemanfaatan TIK, terutama dalam kewirausahaan digital.

“Salah ciri penting kewirausahaan adalah semangat, sikap dan perilaku. Ekspekerja migran sudah punya semangat luar biasa, berani ke luar negeri. Tinggal kemampuannya diasah melalui pelatihan ini,” jelasnya.

Hal yang diharapkan memberikan nilai tambah dalam pelatihan ini, menurut Kepala Badan Litbang SDM setiap pserta mampu mengembangkan usaha produktif. “Bagaimana menggunakan dan mengembangkan uang yang didapat dari luar negeri. Agar lebih produktif modal yang didapat untuk cari kehidupan yang baik bukan hanya untuk konsumsi,” ajaknya.

Menurut Kepala Badan Litbang SDM, pelatihan berlangsung secara virtual dan tatap muka terbatas dengan target mengembangan semangat wirausaha. “Lebih banyak praktek, bimbing perencananbisnis berbasis pengetahuan dilakukan dengan pelatihan serta pendampingan. Ini disebut training hybrid antara online dan offline,” jelasnya.

Bekerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, pelatihan batch pertama melatih 90 orang mantan pekerja migran atau anak buruh migran dari Kabupaten Banyumas, Cilacap dan Wonosobo.

“Pelatihan dilakukan berbasis produk ekonomis yang ada di masing-masing kelompok. Dengan melakukan digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan promosi dan pemasaran produk itu,” tutur Basuki Yusuf Iskandar.

Pelatihan Digitalisasi Kelompok Ekonomi Ekspekerja Migran Indonesia merupakan salah satu pelatihan Thematic Academy dalam Program Program Digital Talent Scholarship (DTS) Tahun 2020.

“Secara umum, DTS 2020 ditujukan untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam mendukung transformasi digital di Indonesia menuju Industri 4.0. Jadi setiap orang bisa memanfaatkan dan menciptakan nilai tambah dari platform digital,” harap Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo.

Menurut Basuki Yusuf Iskandar, pelatihan bagi ekspekerja migran juga diisi dengan materi kewirausahaan agar mampu menggerakkan roda perekonomian di desa. “Dengan digitalisasi, kami mengharapkan usaha di tingkat desa akan berkembang, terutama dalam aspek promosi dan pemasaran bisa menjangkau daerah yang lebih luas. Pada akhirnya akan meningkatkan income para ekspekerja migran,” harapnya.

Kedepankan Protokol Kesehatan

Pelatihan Digitalisasi Kelompok Ekonomi Eks Pekerja Migran Indonesia terdiri dari tiga kluster yaitu Digitalisasi Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Sistem Akuntansi, Manajemen Promosi dan Pemasaran Digital dan Pengembangan Produk Inovatif Kelompok Ekonomi Berbasis Digital.

Mitra Penyelenggara Pelatihan, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto telah menyiapkan silabus pelatihan dan pendampingan bagi ekspekerja migran.

“Pelatihan akan berlangsung selama lima hari dan pendampingan dilakukan selama 2 minggu, “ jelas Dekan Fakultas Teknik Unsoed Suroso yang hadir dalam pembukaan secara virtual.

Menurut Dekan Fakultas Teknik, penyiapan pelatihan ini dilakukan sejak akhir tahun 2019. “Dan rencananya akan dilakukan secara offline pada bulan Maret 2020. Tapi karena pandemi Covid-19, akhirnya dilakukan secara virtual,” ungkapnya.

Dekan Suroso menyatakan selama pelatihan dan pendampingan, tim lintas fakultas dari Unosed bersama Kementerian Kominfo menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Selain menggunakan masker selama pelatihan, setiap peserta juga wajib mengenaikan face shield dan mematuhi protokoler kesehatan. Pengukuran suhu tubuh dan pembatasan peserta yang berkumpul tatap muka juga dilakukan,” jelas Adhi Iman Sulaiman.

Dekan Fakultas Teknik Unsoed menegaskan pelatihan dan pendampingan dilakukan oleh dosen dan praktisi yang memiliki kapasitas di bidang digitalisasi dalam pengembangan produk inovasi. “Peserta akan dilatih dan didampingi dalam meningkakan kualitas dan kuantitas produk, ketiga klaster pelatihan ditargetkan dapat membantu peserta yang memiliki produk usaha bisa tersertifikasi,” jelasnya.

Selama pendampingan, peserta juga dilatih dan diberikan peluang untuk mendaftarkan hak kekayaan intelektual merek produk atau paten sederhana serta pendaftaran online untuk sertifikasi produk dalam bentuk ijin usaha (NIP), Sertifikasi Halal, hingga pengenalan prosedur ekspor online.

“Pada level proses bisnis, setiap peserta yang akan mengikuti pelatihan dibekali dengan pengelolaan lembagadan manajemen organisasi bisnis dengan  baik.  Dalam tahapan berikutnya diharapkan dapat mengeksplorasi potensi sumberdaya lokal agar bisa dikelola dan dipasarkan secara daring,” paparnya.

Menurut Dekan Suroso, pelatihan yang dirancang dan dilaksanakan secara  praktis dengan komposisi lebih banyak mengembangkan kompetensi keterampilan.“Hasil akhir yang diinginkan akan dapat memberikan tambahan tambahan peningkatan penghasilan bagi keluarga kelompok usaha,” harapnya dikutip dari kominfo.go.id.

Selain  Thematic Academy, dalam Program DTS yang dilaksanakan Kementerian Kominfo juga terdapat Fresh Graduate AcademyVocational School Graduate AcademyOnline AcademyRegional Development Academy dan Digital Entrepreneurship. Pada tahun ketiga ini, Program DTS menargetkan dari semua akademi, total sebanyak 50 ribu orang seluruh Indonesia.

(MT)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.