Banner sumsel

Dodi Reza Jadikan Hardiknas Sebagai Momentum Peningkatan Mutu Pendidikan

SEKAYU,koranindonesia.id-Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dijadikan Bupati Muba H Dodi Reza Alex momentum untuk meningkatkan mutu pendidikan di Bumi Serasan Sekate. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengalokasikan anggaran pendidikan lebih dari 20% dari APBD. Kemudian seluruh guru dilindungi, didorong dan dibiayai demi meningkatkan kualitas ajar. Tujuannya,agar peserta didik dan tenaga didik lebih berkualitas dan lebih maju.

“SDM harus ditingkatkan. Pada 2019 ini, Pemkab Muba telah memberangkatkan guru dan murid untuk belajar ke Australia. Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan guru, dilakukan MoU dengan Polres Muba. Kami ingin profesi guru benar-benar mendapatkan perlindungan dan dilindungi,” ujar Bupati Muba Dodi Reza Alex.

Di sisi kesejahteraan guru, Dodi telah mengalokasikan kenaikan honor guru. “Untuk honor guru K2 pada 2019 menjadi Rp1,8 juta dari sebelumnya Rp1 juta. Bagi GTT menjadi Rp1,5 juta dari sebelumnya Rp1 juta. Saya tegaskan, mulai 2019 seluruh guru termasuk guru kategori K2 dan GTT honornya naik 80%. Bisa saja gaji guru honorer setara dengan UMR regional meski di daerah lain masih dibawah kita. Kita maunya melompat cepat, kita harus lebih,”tegas Dodi Reza.

Agar kualitas guru terjaga, Dodi punya rencana jitu. Dirinya sudah ancang-ancang membuka program pusat belajar guru yang terkoneksi di tingkat nasional maupun Internasional.
“Peringatan hari guru’ Hardiknas, jangan lagi seremonial. Guru akan diukur dari kinerjanya agar terus meningkatkan skill dan mutunya. Kita kasih reward bagi penyandang grade nilai paling tinggi. Kita umumkan pada puncak peringatan acara,” tambah dia.

Kenapa Dodi Reza ngotot dunia pendidikan makin bermutu baik guru, murid dan metode ajar mereka?

“Bagi saya, pendidikan itu prioritas. Tanpa pendidikan kita bagaikan jalan tanpa arah tujuan. Kehilangan arah tujuan hidup adalah bencana. Maka Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei ini harus jadi momentum peningkatan mutu. Seluruh lapisan masyarakat harus memperjuangkan pendidikan yang layak bagi bangsa Indonesia. Mari kita lawan dan berantas korupsi di dunia pendidikan dan di tanah air kita. arena korupsi akan meperbodoh bangsa ini dan bertentangan dengan UUD 45 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Dodi.

Dengan semua fasilitas dan dukungan kepada dunia pendidikan, Dodi ingin Muba, Indonesia, bebas dari kebodohan.
“Dari hulu hingga hilir pendikan harus dikawal. Melalui Hardiknas 2019, kita kobarkan semangat memperjuangkan pendidikan Indonesia menuju Muba Maju Berjaya dan Menuju Indonesia Maju,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Disdikbud Muba Musni Wijaya S Sos MSi membeberkan kerjasama yang sudah dijalin dengan Program Sampoerna Foundation (PSF). Bentuknya, kata dia, alumni sekolah dirangsang dengan beasiswa. Tercatat akan ada dua alumni yang lolos dan berhak mendapat beasiswa senilai Rp 2 milyar. Keduanya berhak ikut program Kuliah Gratis di Sampoerna University sekaligus Arizona University selama 4 tahun.

“Pemkab Muba juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidayah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah (MTS) di Kabupaten Muba, “ungkap Musni.

Sedangkan untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, telah dijalin kerjasama dengan Universitas PGRI Palembang untuk bimbingan penyusunan karya tulis. “Kita juga sepakati dengan Universitas PGRI untuk penyelenggaraan pendidikan lanjutan bagi guru jenjang strata 1 dan strata 2.

Sedangkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi guru, Muba menjalin kerjasama pengamanan dengan Polres Muba.
“Polres Muba kita gandeng untuk memberikan pendampingan bagi guru dalam melaksanakan tugasnya, “ujar Musni.
(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.