Dodi Reza Alex – LTKL, Serukan Pembangunan Hijau Berkelanjutan

JAKARTA, koranindonesia.id – Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LKTL) sebagai produk  komitmen gotong royong para pemimpin di daerah. Karenanya, melalui LTKL, antar kabupaten dapat saling belajar tentang implementasi visi Kabupaten Lestari.

Mulai dari dokumen perencanaan, kelembagaan, peraturan, serta sistem pengawasan dan pelaporan. Pokok pikiran ini menjadi bahasan kunci  mewujudkan visi lestari tersebut. Forum LTKL juga mengangkat peran kemitraan di daerah, yaitu kolaborasi, gotong royong dengan mitra organisasi di daerah dan nasional untuk mencapai visi lestari bersama-sama.

Rapat Umum Anggota dan Jejaring Mitra LTKL ini digelar setiap tahun sebagai wadah berkumpul  anggota kabupaten dan jejaring mitra untuk kembali menyelaraskan konsep pembangunan hijau di kabupaten. Selain itu, pertemuan ini juga akan menjadi sarana pembelajaran terkait perkembangan program-program kabupaten bersama jejaring mitra yang mendukung visi Kabupaten Lestari.

Sejak dipercaya  menjadi Ketua Umum LTKL Indonesia, Bupati Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan (Sumsel) Dodi Reza Alex Noerdin terus menggencarkan banyak program.  Program pembangunan hijau berkelanjutan termasuk fokus yang dituju Dodi. Dalam Diskusi Indikator Daya Saing Daerah & Rapat Umum Anggota (RUA) Forum LTKL di Kantor APKASI, Sahid Sudirman Center Jakarta, Selasa (26/2/2019), Dodi Reza Alex Noerdin mengajak semua Kabupaten anggota LTKL untuk bergotong royong mewujudkan Kabupaten Lestari. “Terbentuknya Lingkar Temu Kabupaten Lestari merupakan komitmen gotong royong kita bersama para pemimpin di daerah. Melalui LTKL, antar kabupaten dapat saling belajar dan saling sharing ide- ide kreatif terkait upaya implementasi visi dan misi Kabupaten Lestari kedepannya,” ujar Dodi Reza Alex Noerdin

Dikatakannya, sebagai anggota LTKL harus bisa mengiplementasikan investasi lestari di masing-masing daerah. “Ini juga sebagai jawaban dari upaya mewujudkan kabupaten yang menerapkan pembangunan hijau berkelanjutan,” ulasnya.

Dilanjutkannya, beberapa program prioritas yang disepakati bersama sampai dengan 2021 sebagai Rencana Aksi Lestari adalah Komoditas Berkelanjutan. Antara lain Reformasi Agraria/Perhutanan Sosial, Pencegahan Kebakaran Hutan Lahan, Energi Bersih Terbarukan, dan Restorasi/Konservasi. “Di Kabupaten Musi Banyuasin, beberapa program prioritas ini telah dilakukan bertahap dan berkesinambungan. Insya Allah semuanya dapat terealisasi,” ulasnya.

Ia menambahkan, pada Juli 2018, dua kabupaten lain, yakni Aceh Tamiang dan Gorontalo yang mendeklarasikan diri, dan telah melengkapi dokumen untuk bergabung dalam forum LTKL. “Nah, jejaring terbuka ini bertujuan untuk memperluas, dan berkolaborasi dengan kabupaten lain. Jejaring lain seperti petani swadaya, sektor swasta, mitra pembangunan, dan forum internasional berkolaborasi mendorong terwujudnya harapan kita bersama menuju Indonesia lestari,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pertanian Penasehat APKASI, yang juga  Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, pihaknya dari APKASI sejak awal melihat Forum LTKL ini unik, sederhana, dan hasil kerjanya luar biasa. “Luar biasa yang dihasilkan dari terobosan-terobosan menuju Kabupaten Lestari untuk Indonesia. Kami baru setahun begabung, namun banyak  yang kami dapat, dan dapat kami terapkan di daerah kami, dari program-program LTKL ini,” tuturnya.

Menurutnya, semua daerah dapat berkembang melalui lingkungan. “Karena selama ini, hanya melihat dari sisi ekonomi, maka melalui LTKL ini, kita dapat mengembangkan pembangunan yang memperhatikan ekonomi dan lingkungan,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut turut hadir utusan Presiden RI Khusus Perubahan Iklim Racmat Witoelar, Penasihat APKASI Ketua Bidang Pertanian Nelson Pomalingo,  dan Kepala Daerah Anggota LTKL Indonesia meliputi, Bupati Sintang Jarot Winarno,  Bupati Sigi M Irwan Lapata, Bupati Gorontalo Nelson Pomalinggo Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Bupati Aceh Tamiang diwakili Kepala DPMPTSP Muhammad Zeinn, Bupati Kapuas Hulu diwakili Kepala Bappeda H Abang M Nasir, Perwakilan IDH Fitriyan, Sahabat Muba (SZL) Yesi Rain.

(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.