Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

DIY Jadi Percontohan Peta Jalan Arah Pendidikan

Jakarta,koranindonesia.id-Anggota Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati mengungkapkan pilihan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai tempat untuk dijajaki Peta Jalan Pendidikan Nasional bukanlah tanpa alasan. Esti menyatakan, DIY sebagai pusat pendidikan telah banyak menghasilkan bibit unggul tiap lulusannya. Tak hanya itu, pendidikan daring di DIY menjadi salah satu yang dinilai sukses.

Hal tersebut disampaikan Esti saat memimpin pertemuan Tim Panja Peta Jalan Pendidikan Nasional Komisi X DPR RI dengan Wakil Gubernur DIY Sri Paduka dan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Sosial, Budaya dan Kemasyarakatan Tri Mulyono, serta jajaran pejabat Pemerintah Provinsi DIY, di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (20/11/2020).

“Komisi X ingin mendapatkan masukan dan pandangan mengenai Peta Jalan Pendidikan Nasional. Serta, melihat dua kondisi faktual data penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan di DIY. Kemudian, hasilnya kami jadikan rujukan dalam menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah dalam pengambilan dan penentuan kebijakan pendidikan,” ujar politisi PDI-Perjuangan itu.

Di sisi lain, Esti menekankan Revolusi Industri 4.0 akan membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Yakni, tutur Esti, mulai dari gaya hidup, interaksi sosial, bermain, bekerja dan belajar. “Akibatnya, diperkirakan 51,8 persen potensi pekerjaan di Indonesia akan hilang. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan yang mendalam tentang ide dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran,” tegas legislator dapil DIY itu.

Senada, Anggota Komisi X DPR RI Illiza Saaduddin Djamal pada kesempatan yang sama dalam pertemuan tersebut menilai kondisi nasional dalam rangka menyambut 4.0 era multimedia, era digitalisasi dan era multimedia masih sangat kurang dari segi kesiapan infrastruktur.

“Maka,  peta jalan pendidikan nasional yang telah disepakati oleh segenap rektor ini ke depannya menjadi sangat bermanfaat hingga sampai tahun 2035 bahkan sampai dengan 2045 mendatang. Jadi, secara visioner itu benar-benar harus dilakukan penyusunan yang sangat komprehensif,” tandas Illiza.

Sementara itu, Wakil Gubernur DIY Sri Paduka dalam paparannya menjelaskan mengupayakan pemaksimalan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring salah satunya dengan Jogja Belajar. DIY telah menjawab tantangan (KBM) pada masa pandemi Covid-19 melalui Jogja Belajar. Meskipun, beberapa daerah di DIY terkendala dengan jaringan internet, sehingga program Jogja Belajar tersendat.

“Ada daerah yang blank spot terhadap jaringan internet. Gunung Kidul yang paling banyak, karena memang geografisnya seperti (pegunungan) itu. Nah kami siasati itu dengan fiber optik. Kami lakukan refocussing anggaran untuk fiber optik. Harapan kami Jogja tidak ada yang blank spot lagi di akhir tahun ini,” papar Sri Paduka. (ant)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.