Divonis Ringan, 4 Terdakwa Korupsi Tapal Batas Terseyum Lega

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Mendapat hukuman dua bulan lebih ringan dari tuntutan, empat terdakwa kasus korupsi proyek pembangunan gerbang batas Kota Palembang-Kabupaten Banyuasin terlihat melepas senyum, meski belum dapat menentukan sikap dan memanfaatkan waktu satu pekan untuk pikir-pikir, Senin (2/12/2019).

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang, majelis hakim yang diketuai Kamaludin menghukum para terdakwa yakni Khairul Rizal, Ichsan Pahlevi, Ahmad Toha dan Asmol Hakim dengan hukuman masing-masing satu tahun empat bulan penjara dan denda sebesar Rp50 juta subsider dua bulan kurungan.

Hukuman tersebut dijatuhkan setelah perbuatan para terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 (Ke-1) KUHP sebagaimana dalam dakwaan kedua. Sedangkan uang kerugian negara sebesar Rp505 juta yang telah dititipkan ke jaksa, menurut hakim dirampas untuk negara.

“Bila tidak sependapat dengan putusan ini, para terdakwa maupun jaksa dapat mengajukan upaya hukum banding atau pikir-pikir selama satu pekan kedepan,” ucap Kamaludin saat menutup persidangan.

Para terdakwa yang sebelumnya nampak tegang langsung berkoordinasi dengan penasihat hukumnya masing-masing dan terlihat melepas senyum setelah sebelumnya dituntut hukuman satu tahun enam bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Menanggapi putusan majelis hakim, melalui penasihat hukumnya masing-masing para terdakwa masih menyatakan pikir-pikir, begitu juga dengan tim jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Palembang.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Palembang Dede M Yasin didampingi JPU Hendy Tanjung mengatakan, putusan hakim menjurus pada pembuktian Pasal 3 sesuai dengan tuntutan. “Atas putusan ini tim jaksa penuntut umum juga masih pikir-pikir dan akan kita laporkan dulu kepada atasan,” kata Dede ditemui usai persidangan.

Selain itu mengenai sejumlah nama selain para terdakwa yang diduga terlibat dan disebut dalam persidangan, Hendy menambahkan, pihaknya terlebih dahulu menunggu amar putusan lengkap dari pengadilan.

“Kita tunggu dulu amar putusan lengkapnya, karena yang dibacakan di persidangan belum semua yang termasuk dalam amar putusan, itu kita pelajari dulu,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, para terdakwa yakni Khairul Rizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pekerjaan proyek tahun anggaran 2013 tersebut dan Ichsan Pahlevi serta Ahmat Toha sebagai pelaksana proyek serta Asmol Hakim konsultan pengawas pengerjaan proyek diseret ke meja hijau setelah pembangunan tugu tapal batas tersebut terindikasi menyimpang karena diduga terdapat kekurangan volume dalam pengerjaannya sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp505 juta. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.