Banner sumsel

Divonis 6 Bulan, Eftiyani Enggan Komentar

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Lima komisioner KPU Palembang dijatuhi hukuman 6 bulan penjara dengan masa percobaan selama satu tahun oleh majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Jumat (12/7).

 

Selain itu kelima terdakwa kasus pelanggaran pemilu ini juga dihukum dengan pidana denda sebesar Rp10 juta subsider 1 bulan.

 

Meski masa hukuman sama dengan yang diajukan jaksa, namun hakim berpendapat bahwa perbuatan para terdakwa terbukti melanggar Pasal 554 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Jo Pasal 55 KUHP.

 

Sedangkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) membuktikan bahwa perbuatan terdakwa melanggar Pasal 510 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu Jo Pasal 55 KUHP.

 

“Bila tidak sependapat dengan putusan ini terdakwa maupun jaksa memiliki hak yang sama untuk mengajukan banding dalam waktu 3 hari,” kata Ketua Majelis Hakim Erma Suharti.

 

Dalam amar putusannya majelis hakim menyebut bahwa perbuatan kelima terdakwa yakni Eftiyani, Alex Berzili, Syafarudin Adam, Abdul Malik dan Yetty Oktarina terbukti bersalah.

 

Sebagai penyelenggara pemilu dengan sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak suara secara bersama-sama.

 

Sementara itu usai persidangan terdakwa Eftiyani, selaku Ketua KPU Palembang enggan memberikan komentar kepada wartawan. “Tidak ada komentar, silakan tanya langsung ke Pak Rusli (pengacara),” ucapnya meninggalkan ruang sidang. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.