Banner sumsel

Dituntut 2,5 Tahun, Pencuri Menangis di Ruang Sidang

Dituntut 2,5 Tahun, Pencuri Menangis di Ruang Sidang

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Mendengar tuntutan 2 tahun 6 bulan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa Suroso Saputra, langsung mengiba dengan menagis di ruang sidang Pengadilan Negeri Palembang memohon keringanan hukuman dari majelis hakim.

Hingga akhirnya setelah terdakwa menyesal atas aksi pencurian yang telah dilakukan dan berjanji tak mengulangi perbuatan dalam nota pembelaan, majelis hakim yang diketuai Kamaludin mengurangi hukuman terdakwa menjadi dua tahun dalam amar putusan yang dibacakan.

“Bila masih tidak sependapat dengan putusan ini terdakwa dapat mengajukan banding atau pikir-pikir selama satu pekan,” ucap Kamaludin saat membacakan amar putusan dan kemudian menutup persidangan, Rabu (21/8/2019).

Meski hanya dikurangi enam bulan penjara dari tuntutan JPU Rizki Handayani, terdakwa kasus pencurian sepeda motor ini langsung menyatakan menerima dan terdakwa diperintahkan kembali ke sel tahanan untuk melanjutkan sisa hukuman.

Sementara itu dari dakwaan jaksa disebutkan bahwa terdakwa Suroso Saputra dihadapkan ke meja hijau karena melakukan aksi pencurian sepeda motor milik korban Jefri Ardani saat parkir di depan rumanya, di Jalan Bendungan Ilir, Lorong Fotografi, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT III Palembang pada 12 Maret lalu.

Saat itu terdakwa melintas dengan berjalan kaki melihat sepeda motor Yamaha Vega ZR BG 4191 OT milik korban terparkir di depan rumah dalam keadaan lampu indikantor pada speedometer masih menyala.

Melihat keadaan di sekitar sepi, terdakwa langsung mencabut kabel busi motor korban, kemudian mendorong motor hingga 100 meter menuju jalan raya. Setelah merasa aman, terdakwa kembali menyambungkan kabel busi dan menyalakan motor dengan cara di engkol.

Setelah motor menyala, terdakwa lansung membawa dan menyimpannya di sekitar waduk dekat Universitas IBA Palembang. Saksi Miki yang melihat terdakwa merasa curiga saat terdakwa sedang duduk serta membawa motor di sekitar Dam Sekip Bedung bersama seorang perempuan.

Saat saksi Chandra datang dan menanyakan kepemilikan sepeda motor, terdakwa bersama temannya langsung kabur dan saat dilakukan pemeriksaan didalam box motor diitemukan sebuah tas kecil berisi paspor atas nama Farah Gita Sapitri dan satu lembar pas poto terdakwa Suroso.

Atas temuan tersebut, warga menyerahkan sepeda motor ke Polresta Palembang dan aparat yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan dan menangkap terdakwa.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.