Banner sumsel

Dituduh Informan Polisi, Napi Ini Dikeroyok Dalam Mobil Tahanan

PALEMBANG, koranindonesia.id – Apes dialami Doris (38) warga binaan Rutan Pakjo Palembang ini, dirinya harus mengalami pengeroyokan diduga dilakukan Sugianto (35) sesama warga binaan saat tengah berada di dalam mobil tahanan.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di pelipis kanan, telinga kanan-kiri, kepala, bibir pecah, memar di perut dan tangan.

Terungkapnya peristiwa tersebut, setelah kuasa hukum Doris (korban) Martini Idris mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang. Kamis (18/10/2018) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kepada petugas piket SPKT Polresta Palembang, Martini (pelapor) menyatakan, peristiwa yang dialami kliennya terjadi pada Rabu (17/10) sekitar pukul 17.00 WIB didalam mobil tahanan di sekitar Jalan Angkatan 45, Kecamatan Ilir Barat  (IB) I, Palembang.

Kejadian berawal saat saat korban telah selesai mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, saat didalam mobil tahanan korban pun satu mobil dengan Sugianto (terlapor).

“Klien saya sudah meminta kepada pihak Kejaksaan untuk tidak satu mobil dengan terlapor, namun. Karena waktu sudah sore hari, jadi klien saya pun berada satu mobil dengan terlapor,” kata Martini kepada awak media setelah membuat laporan, Kamis (18/10) sore.

Dilanjutkannya, saat berada didalam mobil, terlapor pun memukul korban. “Sambil memukul terlapor, mengatakan kalau klien saya ini adalah cepu (informan polisi). Sehingga, sontak para tahanan yang ada didalam mobil langsung ikut memukulinya,” papar dia.

Diceritakan Martini, kalau kliennya dan terlapor memang sama-sama terlibat kasus penganiayaan pada tahun lalu.  “Jadi mereka ini sama-sama melapor di Polsek Kemuning. Karena waktu itu tak ada yang mau  berdamai jadi berkasnya split dan keduanya pun sama-sama ditahan,”  jelasnya.

Diakuinya, akibat peristiwa pengeroyokan tersebut, kliennya mengalami luka memar pada pelipis kanan, telinga kanan dan kiri, kepala, bibir pecah, memar di perut dan tangan. “Kami berharap, pihak kepolisian dapat memproses laporan kami,” harapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kasubag Humas AKP Andi Haryadi membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari korban.

“Laporannya sempat kita terima, karena surat kuasanya belum dilengkapi jadi laporannya sementara kita tunda terlebih dahulu sambil menunggu surat kuasanya ada,” singkatnya.

(anl)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.