Banner sumsel

Ditinggal Istri Bekerja di Ibukota, SR Cabuli Anak Kandungnya yang Masih Balita

MUARAENIM, koranindonesia.id – Sungguh bejad perbuatan yang dilakukan SR (40), warga Desa Sukarami, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muaraenim.

SR yang seharusnya menjaga dan mengurus anaknya, karena ditinggalkan sang istri bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di ibukota Jakarta, malah tega mencabuli anak kandungnya sendiri, RM yang masih berumur tiga tahun.

Pelaku ditangkap Unit Reskrim Polsek Sungai Rotan, karena diduga telah melakukan perbuatan tidak senonoh tersebut pada Jumat (9/11) lalu sekitar pukul 03.00 WIB.

Atas perbuatan kejinya itu, SR pun diamankan polisi di kediamannya setelah nenek korban, ER (52) membuat laporan kepolisian ke Polsek Sungai Rotan dengan bukti laporan diterima nomor LP-B/99/XI/ 2018/SS/ResME/Sek Sungai Rotan, tertanggal 12 November 2018.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian pencabulan terhadap anak kandung tersebut terjadi di rumah nenek korban yang juga rumah pelaku di Desa Sukarami, Kecamatan Sungai Rotan.

Awal mulanya, saat RM yang merupakan cucu ER mengeluh kesakitan di bagian kemaluannya. Lalu, ER menanyakan penyebab sakitnya itu kepada korban tersebut, sehingga cucu pelapor itu menceritakan jika alat kelaminnya telah dimasukkan jari telunjuk oleh ayah kandungnya sendiri.

Mendengar pengakuan cucunya itu, ER pun terkejut hingga nenek korban memberitahukan persoalan ini kepada kerabat serta para tetangganya. Selanjutnya langsung melaporkan pelaku ke pihak kepolisian setempat.

Kapolsek Sungai Rotan, AKP A Pitoi Sanggiti SH MH melalui Kanit Reskrim Bripka Heri Defransyah mengatakan, SR ditangkap di kediamannya setelah dilaporkan atas perbuatannya yang telah mencabuli anak kandungnya.

“Pelaku dan ibu korban pisah tapi belum cerai, dan saat ini ibu korban ini kerja sebagai asisten rumah tangga di Jakarta lebih kurang sudah 5 bulan yang lalu. Mereka ini hanya memiliki satu anak yaitu korban sendiri,” ungkap Bripka Heri, Senin (26/11/2018).

Dengan kesempatan tersebut, kata dia, Kamis (8/11) sekitar pukul 10.00 WIB SR menjemput korban di rumah mertuanya di Desa Sukarami yang lokasinya sekitar 200 meter dari rumah pelaku. Lalu, pelaku mengajak korban jalan-jalan ke minimarket.

“Setelah korban diajak jalan itu, korban diajaknya ke rumah pelaku. Nah, ketika itu korban melihat ada beberapa anak perempuan main di luar rumah, hingga korban mengajak keempat anak perempuan yang rata-rata berusia sekitar 7 tahun itu main kedalam rumah ayahnya bersama-sama,” terangnya.

Tak berapa lama berselang, saat anak-anak itu berada di dalam rumah pelaku, sambung Heri, pelaku pun kemudian menghubungi istrinya melalui aplikasi video messenger dan memperlihatkan bahwa korban sedang bersama pelaku bermain di rumahnya itu.

“Kemudian pelaku pun mengajak korban bermain bersama di dalam kamar rumah tersebut, dari luar kamar keempat anak perempuan teman korban itu mendengar korban menjerit sambil menangis, hingga mereka pun takut dan keluar dari rumah pelaku,” bebernya.

Lebih lanjut Heri menuturkan, korban diantarkan kembali ke rumah mertuanya itu sekitar pukul 15.00 WIB oleh pelaku sendiri.

“Sampai saat ini pelaku masih tidak mengakui perbuatannya. Namun beberapa bulan lalu pelaku membenarkan bahwa pernah memeriksa kemaluan korban dan membersihkan kotoran di kemaluannya, saat pelaku mengajak korban tidur di rumah pelaku,” pungkasnya.

(ram)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.