Banner sumsel

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ratna Sarumpaet Dijerat Pasal Berlapis

JAKARTA,koranindonesia.Id-Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan aktivis perempuan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka penyebaran berita bohong dengan ancaman pasal berlapis.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jerry R. Siagian menegaskan, status hukum Ratna Sarumpaet ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka saat akan kabur ke Chile.

“Sudah kita tetapkan tersangka sekarang, jadi beliau kita tahan,” katanya di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Wanita asal Medan Sumatera Utara ini dijerat dengan pasal berlapis oleh Penyidik Polda Metro Jaya, yaknid dijerat pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan pasal 28 UU Informasi dan Transaksi Elektronik terkait dugaan penyebaran berita bohong mengenai pengeroyokan.

“Semua sudah kita panggil. Kita panggil dia (Ratna) sebagai saksi hari Senin, dia malah pergi kan gitu. Makanya kita lakukan penangkapan malam ini karena panggilan kita tidak diindahkan,” terangnya.

Jika melihat pasal yang digunakan yaitu pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 146 maka Ratna Sarumpaet terancam hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.

Adapun bunyi pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 adalah, barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara maksimum sepuluh tahun.

Sedangkan pasal pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) berbunyi, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Penetapan tersangka dilakukan setelah aparat kepolisian tidak menemukan fakta, saksi, maupun informasi terkait penganiayaan yang diduga dialami Ratna Sarumpaet. (Erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.