Ditembus Pelor Anggota Sat Reskrim Polres Mura, Rampok Sadis Meregang Nyawa

MUSIRAWAS,koranindonesia.Id-Amin Rio Saputra (30),  warga Dusun Panglero Desa Semangus,  Kecamatan Muara Lakitan,  Kabupaten Musi Rawas (Mura) meregang nyawa setelah ditembus peluru anggota Satreskrim Polres Mura pada Jumat (1/2/2019) sekitar pukul 00.30 WIB.

Aparat terpaksa mengambil tindakan tegas, tersangka melakukan perlawanan saat akan ditangkap di rumahnya dengan mengumbar tembakan ke arah petugas menggunakan senjata api rakitan jenis revolver.

Tak mau ambil risiko,  petugas langsung memberikan tembakan balasan hingga mengenai bagian dada tersangka.  Setelah tersangka tumbang, petugas langsung membawanya ke Puskesmas Cecar, namun tersangka keburu menghembuskan nafas terakhir.

Catatan pihak Polres Mura, tersangka Amin terlibat dalam dua tindak pidana, yaitu pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dilakukan tersangka pada Desember 2017. Korbannya adalah Rudi Hartono, warga Desa Harapan Makmur SP IX HTI. Tersangka saat itu beraksi bersama rekan-rekannya; Rafik, Jun, Jon,Ahad dan Sur.

Rafik sendiri saat ini sedang menjalani hukuman atas kasus tersebut.
Sedangkan kasus Curat yang melibatkan tersangka Amin terjadi di Dusun Panglero Desa Semangus, Muara Lakitan pada Desember, 2018 silam. Tersangka melakukan aksi pengancaman dan perampokan terhadap korban Argani dan Yanti di rumah kedua korban. Saat itu tersangka beraksi bersama rekannya; Jun,Bok,Kar, Rid, Dol dan Res.

Kapolres Mura AKBP Suhendro melalui Kabag Ops Kompol Handoko Sanjaya saat merilis kasus di hadapan awak media membenarkan kejadian tersebut.

Bahkan, saat dilakukan penggeledehan, petugas menemukan 1 pucuk Senpira jenis Revolver, 22 amunisi aktif kaliber 5,56 serta 3 selongsong peluru kaliber 5,56. Saat petugas datang ke rumahnya, tersangka langsung menembaki anggota kita, sehingga anggota membalas tembakan untuk melumpuhkan tersangka dan mengenai bagian dadanya.

Terkait banyaknya amunisi aktif yang diamankan dari tersangka menurut Handoko, pihaknya akan mendalami hal tersebut. Apalagi secara jumlah, amunisi yang berhasil didapatkan cukup banyak.

“Itu akan kita dalami, kemungkinan akan memanggil pihak keluarga tersangka untuk dimintai keterangan,”jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai barang bukti amunisi tersebut. Karena harus melakukan pendalaman lebih lanjut.”Itu makanya akan kita lakukan pengembangan lebih lanjut,”ujarnya. (San)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.