BANNER Dukung 5m
Banner pemprov Sumsel Vaksin

Disesalkan Ejekan Bernada Rasisme di Sepakbola Indonesia

JAKARTA, koranindonesia.id – Sejatinya, rasisme tidaklah mengakar di Indonesia sebagaimana di Amerika Serikat dan di Eropa. Tetapi, jika tidak diantisipasi sejak dini, laten ini bisa menjadi persoalan di kemudian hari.

Setidaknya di sepakbola. Karena insiden ejekan bernada rasial terjadi di media sosial terhadap penyerang PSM Makassar asal Papua, Patrich Wanggai, selepas ia mencetak gol dalam kemenangan 2-0 timnya atas Persija Jakarta di laga Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa (23/3/2021) lalu.

Patrich merespons hal tersebut dengan memuat pembelaan terhadap identitasnya sebagai warga Papua di akun Instagramnya. Mantan penyerang Tim Nasional Indonesia tersebut mengaku bangga sebagai orang Papua.

“Hitam kulit keriting rambut sa (saya) Papua. Biar langit terbelah sa tetap Papua,” tulis Patrich.

Patrich mendapatkan dukungan dari bekas rekan setimnya di PSM yang justru membela Persija ketika laga di Piala Menpora, Marck Klok. Pemain naturalisasi tersebut mengaku jijik dengan ejekan rasial yang diarahkan terhadap Patrich.

“Menjijikkan dengan apa yang dialami Patrich Wanggai di media sosial. Saya menentang rasisme. Tidak masalah jika Anda pemain PSM atau Persija. Siapapun itu (rasisme) tidak boleh menjadi bagian dalam permainan ini. Sesuatu perlu diubah dan perlu diubah sekarang!” ucap Klok.

Dari federasi, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, telah mengecam tindakan yang dialami terhadap Patrich. Yunus berharap peristiwa serupa tak lagi terjadi di masa mendatang.

“Tentu kami menyesalkan tindakan oknum netizen yang mengatakan (ucapan) rasis kepada Saudara Patrich Wanggai. PSSI sangat menentang dan meminta semua suporter dan netizen di Indonesia untu meninggalkan rasisme,” kata Yunus.

“Jangan sampai kejadian ini terulang kembali. PSSI akan memberikan edukasi serta butuh dukungan semua pihak untuk memerangi rasisme di Indonesia.”

Fenomena rasisme masih menjadi pembahasan yang pelik di sepakbola terutama di Eropa. Di Inggris misalnya, pemain berkulit hitam seperti Raheem Sterling dan Danny Rose adalah beberapa yang cukup vokal menentang rasisme di media sosial.

Tahun lalu, sejalan dengan gelombang demonstrasi Black Lives Matter di AS dan Eropa, tim-tim Inggris melakukan aksi berlutut untuk menentang rasisme.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.