Banner sumsel

Disebut Pesan 10 Butir Ineks, Kalapas Mata Merah Menyangkal

PALEMBANG, koranindonesia.id – Beredarnya video seorang oknum pegawai Kanwil Kemenkumham Sumsel ditangkap Polsek IB II pada Senin (6/03/2018) berinisial DY (41) pada razia di Lorong Kedukan 2. Dalam razia tersebut DY kedapatan membawa 10 butir pil extacy (inex). DY menyebut bahwa barang haram tersebut akan diantar ke Novotel atas pesanan Kepala Lapas Mata Merah Pargiyono.

Namun Pargiyono menyangkal dan menyatakan kalau yang memesan 10 butir ekstasi tersebut adalah SL, oknum pegawai Kantor Imigrasi Palembang.

Kepala Lapas Mata Merah Pargiyono mengatakan, perihal perkembangan  penangkapan tersangka atas nama DY oknum pegawai Kanwil Kemenkumham Sumsel dalam kasus narkoba dengan barang bukti 10 butir ekstasi yang dalam keterangannya pada saat diinterogasi oleh polisi yang bersangkutan menyebut namanya sebagai pemesan barang narkoba.

“Terkait hal diatas pada kesempatan pertama, saya menceritakan hal tersebut kepada rekan dekat saya di kepolisian dijajaran Polresta Palembang berisial F, sekaligus mohon bantuannya untuk berkomunikasi dengan Polsek Ilir Barat II Palembang sebagai pihak yang menangani kasus tersebut untuk mencari informasi yang sebenarnya atas apa yang dikatakan oleh tersangka tersebut,” ujarnya.

Saat di wawancara di rumdisnya Selasa (20/03/2018) Pargiyono menambahkan, dirinya sudah ditelpon oleh rekannya  tersebut dimana dia sudah mendapatkan informasi mengenai alur cerita kasus yang sebenarnya dan menceritakannya kepadanya.

“Bahwa dari hasil olah perkara dan penelusuran yg dilakukan oleh penyidik Polsek Ilir Barat II Palembang diperoleh bukti berupa transkrip komunikasi dan pembicaraan dalam HP tersangka yang bersangkutan bahwa yang sebenarnya memesan narkoba berupa 10 butir ekstasi tersebut adalah SL (35) oknum pegawai Kantor Imigrasi Palembang yang akan menyerahkan barang tersebut kepada seorang WNA yg masih diselidiki identitasnya di Hotel Novotel Palembang. Alhamdulillah saya menjadi lega atas informasi yang saya terima dari rekannya saya itu, saya juga ikut bingung kenapa si tersangka main asal sebut nama saya dalam kasusnya,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Sumsel Sudirman D Hurry menuturkan saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (21/03/2018) mengaku yakin Kepala Lapas Mata Merah tidak melakukan pemesanan narkoba. “Video “DY” yang mengaku kalau dia membawa narkoba atas pesanan Kepala Lapas Mata Merah pak Pargiyono sudah saya lihat, dan viral disini. Tapi saat saya tanya langsung dengan Pak Pargiyono, beliau mengaku saat penangkapakan DY, dia sedang berada dirumah,” pungkasnya.

Ketika dikonfirmasi dengan Kasat Narkoba Polresta Palembang Kompol Ahmad Akbar via telepon Jumat (23/03/2018). Dia menuturkan, saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan. “Kita proses terus. Nanti kalau ada waktu kita rilis,” ucapnya.

Sementara AF saat dihubungi via telepon Jumat(23/03/2018) mengaku tidak pernah ada komunikasi dengan Kepala Lapas Mata Merah mengenai kasus tersebut. “Yang menangkap Polsek IB II. Dan sekarang sudah dilimpahkan ke Polresta, tanya saja prosesnya di Polresta,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Palembang Budiono sampai saat ini belum memberikan keterangan kepada awak media, dikarenakan saat dihubungi melalui Ponsel tidak ada jawaban. (win)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.