Dirut PT LIB Diminta Selesaikan Kewajiban Sebelum Mundur

JAKARTA, koranindonesia.id – Exco Yoyok Sukawi meminta Direktur Utama (Dirut) operator Liga 1 dan Liga 2 Indonesia musim 2018, PT Liga Indonesia Baru (LIB) Berlinton Siahaan menyelesaikan seluruh kewajibannya terlebih dahulu sebagai pemimpin perusahaan sebelum mengundurkan diri.

Dikatakan Yoyok, seharusnya Berlinton mempertanggungjawabkan dulu semuanya dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Karena, hutang LIB ke klub masih banyak.

Dijelaskannya sebagai direktur utama, Berlinton wajib mengemukakan kondisi perusahaannya kepada para pemegang saham dalam hal ini pihak klub.

Kondisi perusahaan harus dibuka secara transparan di RUPS, termasuk apa saja yang dilakukan oleh direksi untuk mengatasi semua persoalan maupun tunggakannya. Nantinya, para pemegang saham akan melakukan evaluasi terkait performa LIB sepanjang musim.

“Kalau sudah bertanggung jawab, mau mundur atau mau liburan juga, ya silakan, tapi harus bisa pertanggungjawabkan kewajibannya,” terangnya

PT LIB memang masih menunggak sisa subsidi yang harus dibayarkan untuk klub Liga 1 juga Liga 2 Indonesia 2018. Untuk Liga 1, besaran tunggakan LIB diatas Rp2 miliar per klub dari total komitmen Rp7,5 miliar bagi setiap tim per musim.

Manajer tim peringkat ketiga Liga 1 2018 Bhayangkara FC AKBP Sumardji mengakui, pihaknya belum menerima sisa subsidi sebesar Rp2,03 miliar. Berlinton Siahaan dikabarkan mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT LIB. Informasi ini pertama kali dihembuskan oleh anggota exco PSSI Gusti Randa.

Namun, Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria menyatakan, mundur atau tidaknya Direktur Utama PT LIB baru dapat diketahui setelah RUPS. Untuk itu, dirinya belum bisa menyatakan masalah pengunduran diri Barlinton Siahaan.

“Karena sifatnya PT, pengunduran diri direktur utama harus disampaikan melalui RUPS, jadi saya tidak bisa memastikan pengunduran diri Barlinton Siahaan,” tandasnya.
(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.