Banner sumsel

Dinsos OKU Akui Kesulitan Tertibkan Anjal

BATURAJA, koranindonesia.id – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Syaiful mengakui, jika pihaknya selama ini kesulitan untuk menertibkan keberadaan anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng), anak punk dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di wilayah Kota Baturaja, OKU, khususnya.

“Sebab tidak ada rumah singgah untuk membina serta menampung mereka,” kata Syaiful, kepada wartawan, Senin (8/10/2018).

Ditambahkan Syaiful, pihaknya  pernah menitipkan mereka ke rumah singgah yang ada di wilaya Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), namun baru satu malam dititipkan, mereka sudah minggat dan kembali berkeliaran di wilayah OKU.

Disebutkan Syaiful saat ini khusus untuk anak punk jumlahnya di OKU sudah sangat banyak, bahkan dinilai sudah terkoordinir. Begitu juga dengan anak jalanan.

Ilustrasi (FOTO/NET)

Ironisnya, aktivitas yang mereka lakukan sudah meresahkan warga seperti menghisap lem dan menodong. Karena itu pihak Dinsos berjanji, akan lebih intens melakukan penertiban dan pembinaan.

”Karena itulah, jangan heran kalau selama ini kita kesulitan menertibkan anjal, gepeng, anak punk dan ODGJ dari Kabupaten OKU, sebab kita belum punya rumah singgah,” akunya.

Mengingat perkembangan yang meresahkan itu lanjut Syaiful, pihaknya tahun ini mengusulkan kepada Bupati OKU agar kiranya dapat menganggarkan dana untuk membangun rumah singgah.

”Alhamdulilah, usulan kita itu disetujui untuk direalisasikan pada 2019,” pungkasnya.

(tin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.