Dijadikan Tersangka Joko Driyono Dicekal Berpergian ke Luar Negeri

JAKARTA,koranindonesia.Id-Setelah dijadikan tersangka kasus pengaturan skor oleh Antimafia Bola PLT Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono dicekal agar tidak berpergian keluar negeri.

Ketua Satgas Antimafia bola Kombes Argo Yuwono mengatakan untuk pencegahan tersangka keluar negeri, hari ini surat pencegalan Joko Droyono dikirim ke Imigrasi untuk masa pencekalan selama 20 hari kedepan.

“Pasti hari ini surat pencekalan tersangka akan kami kirim ke imigrasi, untuk menghindari yang tidak diinginkan,” ungkapnya kepada koranindonesia.id, saat dihubungi, di Jakarta, Sabtu (16/02/2019).

Dalam kesempatan ini Argo menuturkan penetapan tersangka terhadap Joko Driyono dilakukan setelah tim gabungan yang terdiri dari Satgas Antimafia Bola, penyidik Polda Metro Jaya, dan Inafis Polda Metro Jaya, menggeledah apartemen Joko Driyono Unit apartemen yang berada Tower 9 Taman Rasuna, digeledah pada Kamis (14/02/2019) malam kemarin.

“Kamis kemarin penetapan tersangka Pak Joko Driyono, setelah dilakukan mekanisme penetapan tersangka dengan gelar perkara,” jelasnya.

Penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti terkait kasus pengaturan skor yang dilaporkan Manajer Persiba Banjarnegara, Laksmi Indrayani. Penggeledahan didasari surat penetapan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) nomor 007/Pen.Gled/2019/PN.Jkt.Sel. Selain itu, petugas juga dibekali dengan surat penetapan penyitaan dari Ketua PN Jaksel nomor 11/Pen.Sit/2019/PN.Jkt.Sel.

Ada 75 item barang yang disita polisi dari apartemen Joko Driyono. diantaranya adalah buku tabungan dan kartu kredit, cek, kwitansi, dan uang tunai. Turut disita adalah barang elektronik seperti laptop, iPad, tablet, flash disk, dan enam buah ponsel. Selain itu, sejumlah dokumen dan catatan, di antaranya dokumen PSSI, turut disita oleh tim satgas

Setelah menggeledah apartemen, tim gabungan menggeledah ruang kerja Joko di kantor PSSI. Dari lokasi tersebut, polisi menyita sembilan item barang bukti, seperti ponsel, kunci kantor, dan sejumlah dokumen.

“Penyidik membawa barang bukti semuanya ke Polda Metro Jaya. Nanti penyidik akan mengevaluasi kembali penyitaan tersebut,” tandasnya. (Erw)

 

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.