Banner sumsel

Diduga Tidak Independen, Komisioner KPU Kota Solo Dilaporkan Bawaslu

SOLO, koranindonesia.id – Salah satu komisioner KPU Kota Solo dilaporkan lantaran diduga tidak independen dalam menjalankan tugas. Laporan dilakukan oleh Tim Advokat Reaksi Cepat (TARC) terhadap Komisioner KPU Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Bambang Christanto ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Ketua TARC M Taufiq mengatakan, pihaknya telah memasukkan laporan ke Bawaslu pada Senin (4/1) lalu. Laporan ini bermula saat Bambang mengunggah fotonya dengan menggunakan gambar salah satu capres, dan salah satu parpol pada 16 Juni 2014 lalu. Dari sinilah, TARC menganggap tidak adanya netralitas dan independensi anggota KPU tersebut. “Ini telah mencemari dan melanggar aturan,” jelas Taufiq, Rabu (6/2/2019).

Menurut Taufiq, berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) No 7/ 2018 tentang Seleksi Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. Dimana pada pasal 5 ayat (1) salah satu persyaratan menjadi anggota KPU harus mempunyai intergritas, kepribadian yang kuat, jujur, dan adil.

Masih dalam pasal yang sama di huruf (I), untuk menjadi anggota KPU harus mengudurkan diri, dari parpol paling singkat lima tahun sebelum mendaftarkan diri sebagai calon. “Jika dihitung mundur, dia baru bisa mencalonkan anggota KPU per tahun ini. Tapi nyatanya, per tahun kemarin sudah mendaftarkan diri dan diterima sebagai komisioner KPU. Ini jelas melanggar kode etik, kami menduga ada manipulasi data,” jelasnya.

Sesuai Pasal 37 UU No 7/ 2017, lanjut Taufiq, anggota KPU bisa diberhentikan tidak hormat apabila tidak memenuhi syarat, kemudian melanggar sumpah atau janji jabatan, tidak melaksakan tugas tiga bulan berturut-turut, dan melakukan pidana pemilu atau pidana lainnya.

“Kemarin bukti foto sudah kita lampirkan ke Bawaslu. Dan kita juga mendapat laporan dari beberapa tetangga teradu, dan menyatakan kalau dia juga masih menjadi partisipan parpol tertentu. Nantinya, kalau Bawaslu butuh saksi, maka akan kita sertakan,” tandas Taufiq.

Menanggapi hal itu, Ketua Bawaslu Kota Solo, Budi Wahyono membenarkan adanya aduan yang masuk ke pihaknya. Namun, pihaknya tidak bisa melakukan pemeriksaan, pasalnya apabila yang dilaporkan terkait kode etik dari anggota KPU menjadi ranah dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Benar, laporan kemarin kita terima sekitar pukul 18.50 malam. Namun setelah kita kaji ternyata yang dipersoalkan adalah kode etik. Jadi ranahnya DKPP. Kita sudah meminta pengadu untuk  mengisi form-form dari DKPP yang nantinya akan kita teruskan ke DKPP. SOP-nya seperti itu. jadi yang berhak memeriksa, mengkaji, memutuskan itu adalah DKPP,” jelas Budi.

Terpisah, Bambang Christanto saat dikonfirmasi mengaku kaget dengan pelaporan tersebut. Dirinya sama sekali tidak mengetahui jika dilaporkan ke Bawaslu. Dia pun membenarkan sempat mengunggah postingan tersebut, namun medsos tersebut saat ini sudah tidak aktif. “Kalau tidak salah, saya waktu itu hanya menjadi partisipan kampanye pada saat paslon tersebut mencalonkan diri sebagai Presiden pertama kali. Saya waktu itu ikut konvoi teman-teman partisipan yang lain,” kilahnya.

Dia membantah, jika saat ini masih aktif sebagai anggota parpol, sebab dirinya sudah keluar dari keanggotaan sejak 2006 silam. Sehingga tidak menyalahi aturan, apabila dia kemudian mendaftarkan dan diangkat menjadi salah satu komisioner KPU Kota Solo. “Surat pengunduran diri itu resmi, dan saya lampirkan pada saat mendaftarkan diri dulu. Selain itu, secara administrasi sudah lengkap, begitu pula dengan tes kesehatan dan wawancara. Saya dinyatakan independen dan bisa menjadi anggota kemudian dilantik per tahun lalu. Kalau tidak lengkap tidak mungkin saya diangkat dan dilantik,” paparnya.

Terkait laporan tersebut, Lanjut Bambang, dia tidak mempersoalkan, pasalnya sebelum adanya laporan tersebut, beberapa pekan lalu Bawaslu juga telah meminta keterangan pada dirinya terkait perihal yang sama. “Apa yang saya ungkapkan sama, dan tidak ada yang saya tutup-tutupi,” pungkas Bambang.

(ali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.