Banner sumsel

Diduga Disiksa Ayah Tiri, Bocah Tiga tahun Patah Kaki

PALEMBANG,koranindonesia.Id – Muhammad Rizi Fauzan, bocah berumur tiga tahun mengalami luka lebam disekujur tubuh dan menderita patah kaki sebelah kiri, korban disinyalir telah menjadi korban penganiayaan oleh ayah tirinya berinisial HJ.

Tak terima apa yang telah dialami anaknya Febi ibu kandung korban yang tinggal di kawasan Jalan  Halim, Kecamatan Sukarami, Palembang melaporkan kejadian tersebut ke pengaduan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, untuk melaporkan suaminya tersebut.

Kepada petugas kepolisian, Febi mengaku baru mengetahui kaki anaknya patah Senin (29/10/2018) sekitar pukul 12.00 WIB. Diketahui kaki anaknya patah saat anaknya Buang Air Besar (BAB) dan hendak dibersihkan.

“Kami sempat bertengkar Pak. Kemudian saya keluar rumah, pas pulang korban BAB. Mau saya bersihkan, korban tidak bisa berdiri lagi sambil bilang sakit ma, sakit ma. Badannya juga gemetar,” ungkap Febi kepada petugas.

Melihat anaknya tak dapat berdiri. Lantas membuat pelalor menanyakan kejadian tersebut kepada HJ (terlapor). Namun, terlapor menuduh pelaporlah penyebab segala hal yang menimpa korban.

“Kata dia (HJ) jatuh, karena anak saya itu lincah. Saya minta diurut, dia bilang tidak punya uang dan disuruh urutlah sendiri. Makanya saya langsung keluar, mencari pinjaman uang kepada tetangganya,” jelas Febi.

Ketika ditanya mengenai luka lebam di wajah anaknya, Febi mengetahuinya Jumat (26/10) kemarin. “Dia juga jawabnya tidak tahu pak. Banyak yang bilang, anak saya dipukulinya. Saya belum percaya karena tidak melihat sendiri,” katanya.

Febi menuturkan perilaku suaminya berubah diduga karena cemburu buta. “Dulu tidak pernah seperti ini Pak, tetapi sekarang berubah. Tidak tahu kenapa, mungkin karena cemburu pak,” tambahnya.

Diakui Febi, ia sudah tak tahan dengan perilaku terlapor, dan memilih pergi dari rumahnya dan melapor ke Polresta Palembang. “Pas suami tidak ada, saya langsung pergi ke sini pak. Kalau dia ada di rumah, saya tidak bisa kemana-mana,” tuturnya.

Sementara itu, KA SPKT Polresta Palembang Ipda Dofan membenarkan pihaknya sudah menerima laporan dari ibu kandung korban. “Sudah kita terima dan masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya. (anl)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.