Banner sumsel

Ada Anggotanya Diduga Terlibat Bisnis Narkoba, Ini Kata Kapolres OKU

BATURAJA, koranindonesia.id –  Ulah nakal oknum polisi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan (Sumsel), kembali mencoreng korps seragam coklat lantaran diduga nekad jadi bandar narkoba.

Adalah Aiptu BR oknum dimaksud. Kini terpaksa harus mendekam di balik jeruji besi Mapolres setempat, karena diduga kedepatan menyimpan, memiliki dan mengedarkan pil ekstasi.

Informasi yang berhasil dihimpun, anggota polisi tersebut diciduk rekan sesama polisi bersama rekan wanitanya berinisial L (24) warga Sukajadi di bedeng L yang terletak di dekat Jembatan Sukajadi, Rabu (26/9) malam lalu.

Dari tangan kedua tersangka, polisi berhasil menyita narkoba jenis pil ekstasi ratusan butir yang disembunyikan tersangka di atas lemari yang ada di dalam kamar L. Selain itu, turut diamankan sejumlah alat hisap sabu berupa bong, pirex serta beberapa bungkus kecil narkoba jenis sabu.

Informasinya lagi, bahwa terungkapnya kasus ini bermula saat Sat Res Narkoba Polres OKU menciduk kaki tangan Aiptu BR, yakni R, warga Gotong-royong dan rekannya yang identitasnya belum diketahui di Kecamatan Lubuk Batang.

Selanjutnya usai ditangkap R disuruh memancing dengan menelepon L untuk memesan narkoba. Namun dijawab L barangnya tidak ada. Mendengar jawaban itu R langsung mengatakan kepada L bahwa sudah minta izin dengan Aiptu BR untuk memesan ekstasi. Mendengar ‘kode’ meyakinkan itu, akhirnya L mengizinkan R untuk datang ke bedengnya.

Mendapati lampu hijau tersebut polisi bersama R langsung bergerak cepat menyambangi bedeng L.

“Nah, saat itulah Aiptu BR datang dengan niat ingin mengamankan L agar tidak ditangkap. Namun betapa terkejutnya tersangka, ternyata yang datang menggerebek bukan polisi biasa, namun langsung dipimpin Kasat Narkoba. Tak ayal, pelaku pun langsung diciduk bersama L,” ungkap sumber wartawan, Selasa (2/10/2018).

Terkait informasi tersebut, wartawan berupaya mengkonfirmasi kepada pihak Polres dalam hal ini Kapolres OKU AKBP NK Widayana.

Namun, sejak info tersebut didapat wartawan, Kapolres OKU AKBP NK Widayana selalu mengelak, dan meminta jangan diberitakan dahulu, dan berdalih, pihaknya ingin melakukan pengembangan lebih lanjut.

Meski begitu, Kapolres OKU AKBP NK Widayana membenarkan tersangka Aiptu BR, memang sudah lama menjadi target operasi (TO). Namun pihaknya, tidak bisa sembarangan untuk menangkap pelaku tanpa barang bukti.

Yang jelas Kapolres menegaskan jika dirinya tidak akan pandang bulu terhadap anggotanya yang terlibat kasus narkoba.

“Saya tegaskan, tanpa terkecuali bagi yang tersandung narkoba, akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Yang bersangkutan juga akan kita ajukan untuk dilakukan Pemecatan Dengan Tidak Hormat (PTDH),” tegasnya.

Tertangkapnya oknum polisi yang diduga menjadi pengedar narkoba juga diperkuat oleh Bambang, selaku kuasa hukum Aiptu BR, yang ditunjuk langsung oleh Polres OKU untuk mendampingi Aiptu BR. Ia membenarkan jika Aiptu BR ditangkap karena memiliki ratusan butir pil ekstasi dan sabu.

“Nah kalau pil ekstasinya memang dalam BAP ada ratusan, tapi untuk sabunya sendiri, saya kurang jelas. Memang saya disuruh mendampingi yang bersangkutan karena saya ada surat perintah penunjukan,” kata Bambang.

(tin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.