Banner sumsel

Dibantu Warga, Bripka Dendi Gagalkan Aksi Bandit Pecah Kaca

LUBUKLINGGAU, koranindonesia.id – Anggota Polres Lubuklinggau, Bripka Dendi Irawan berhasil menggagalkan aksi bandit pecah kaca mobil di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Talang Jawa, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, tepat di depan Rumah Makan Singgalang Jaya, Jumat (30/11/2018).

Bripka Dendi Irawan yang merupakan anggota SPK Polres Lubuklinggau mengaku, saat itu dirinya sedang melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melihat dua orang tersangka yang mencurigakan. Satu orang berada di atas sepeda motor Yamaha MX dan satu lagi berada di dekat mobil Kijang Innova dengan Nopol BG 1314 HN.

“Satu pelaku sedang memecahkan kaca mobil dengan cara dibentur dengan alat sebanyak tiga kali, sementara temannya menunggu di atas sepeda motor,” katanya.

Dalam aksi itu, pelaku berhasil mengambil tas yang ada di dalam mobil. Namun, saat akan kabur, Bripka Dendi berupaya melumpuhkan kedua pelaku, hingga sempat terjatuh dari sepeda motornya.

(FOTO/SAN)

Melihat kejadian tersebut, spontan warga yang berada di sekitar TKP turut membantu upaya Bripka Dendi dengan mengejar para pelaku. Salah satu pelaku berhasil diamankan dan langsung dibawa ke Mapolres Lubuk Linggau. Sementara, satu pelaku lainnya berhasil kabur ke arah lorong Simpang King sembari menodongkan senjata api ke sejumlah warga yang mencoba menangkapnya.

Belakangan diketahui, korban aksi pecah kaca tersebut bernama Nasrun (51) warga Kelurahan Lubuk Aman, Kota Lubuklingga, yang membawa uang tunai dengan tujun akan ditransfer pada salah satu bank yang ada di Kota Lubuklingga, namun di tengah perjalanan korban mampir sebentar di TKP, dengan maksud untuk ke bengkel.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono melalui Wakapolres Kompol Zulkarnain membenarkan, adanya aksi pecah kaca tersebut. Satu pelaku berinisial SN sudah diamankan beserta barang bukti. Aksi tersebut berhasil digagalkan oleh anggotanya yang kebetulan melintas di lokasi.

“Ini menjadi pelajaran buat kita bersama, jangan meninggalkan tas di dalam mobil, sebaiknya dibawa walaupun tidak ada isinya, karena itu bisa memancing tindak kejahatan,” katanya.

Kini tersangka sedang menjalani penyidikan di Mapolres Lubuklinggau guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Tersangka disangkakan pidana pasal 363 KUHP jo 53 KUHP percobaan pencurian, dengan ancaman penjara tiga tahun,” pungkasnya.

(san)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.