Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

Dianulir MA, Petinggi KAMI Syahganda Nainggolan Hirup Udara Bebas

JAKARTA, koranindonesia.id – Petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan akhirnya bisa menghirup udara segar. Ia dibebaskan setelah menjalani masa tahanan selama 10 bulan di rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Polri. Kini, Syahganda pun bisa kembali menjalankan aktivitas di luar jeruji besi.

Kabar bebasnya aktivis yang dikenal kritis itu disampaikan kuasa hukumnya Abdullah Al Katiri.

“Iya benar, walaupun banyak misteri jelang pembebasannya,” kata Al Katiri, Jumat (13/8/2021).

Dia mengungkapkan, berdasarkan vonis majelis hakim, masa penahanan Syahganda selama 10 bulan harusnya habis tiga hari lalu atau pada Selasa 10 Agustus 2021. Namun Syahganda tidak bisa keluar karena tiba-tiba muncul surat penahanan baru.

“Setengah jam sebelum jam 12.00 malah, keluar surat putusan penetapan untuk diperpanjang (penahanan) selama 60 hari kedepan,” kata Al Katiri yang memberi pendampingan hukum terhadap Syahganda atas penunjukkan KAMI.

Pihaknya lantas menelusuri surat perpanjangan penahanan yang berasal dari Mahkamah Agung (MA) itu. Menurut dia, pihak MA mengakui ada yang tidak wajar dengan surat perintah perpanjangan penahanan padahal masa tahanan sesuai vonis hakim telah berakhir.

“Setelah saya datangi MA sudah dialog di sana akhirnya mereka memahami ada ketidakwajaran. Karena tidak ingin ada kisruh lebih lanjut, dianulirlah surat perintah perpanjangan masa penahanan sebelumnya,” katanya.

Syahganda, kata dia, langsung pulang ke rumahnya usai keluar dari penjara. Ia akan bertemu dengan keluarganya terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas lainnya.

“Hari ini dia pulang ke rumahnya karena capek,” demikian kata Abdul Al Katiri.

Diketahui, Syahganda Nainggolan divonis 10 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Depok. Dia dinyatakan terbukti menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan terkait omnibus law Undang Undang Cipta Kerja.

Atas putusan itu, jaksa dan Syahganda sama-sama mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jabar. Dalam putusan yang dibacakan tanggal 21 Juni 2021, Pengadilan Tinggi Jabar menguatkan putusan Pengadilan Negeri Depok, yakni Syahganda divonis 10 bulan penjara.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.