Muba ramadhan
Banner pemprov Sumsel Vaksin

Dianggap Tak Simpatik Terhadap Peserta INTM yang Alami Gangguan Mental, Luna Maya dan Deddy Corbuzier Kena Semprot Netizen

JAKARTA, koranindonesia.id – Ajang pencarian bakat modeling, Indonesia Next Top Model (INTM) disorot sejumlah warganet di sosial media twitter.

Hal ini dikarenakan komentar dua orang juri, Luna Maya dan Deddy Corbuzier dianggap tidak peka terhadap kesehatan jiwa atau mental peserta.

Kejadian ini bermula saat salah satu peserta bernama Ilene melewati proses penjurian di depan juri, Luna Maya, Deddy Corbuzier, Patricia Gow, dan Panca Makmun.
Ilene menceritakan pose yang ia lakukan di hadapan juri. Menurutnya, pose itu menggambarkan dirinya yang berhasil melewati depresi di masa lalu.

“Dulu pernah depresi tapi udah lewatin itu dan sekarang udah tahu siapa diri aku, aku kayak menghargai siapa aku sekarang,” ujar Ilene, dikutip dari YouTube Indonesia’s Next Top Models, Selasa (23/3).

Mendengar hal ini, Deddy Corbuzier memotong penjelasan Ilene. Ia merasa heran lantaran Ilene bisa mengalami depresi.

“Lo cantik, tinggi, perfect, kok depresi? Ngehina tukang baso?” ujar Deddy.
Ilene kemudian menjelaskan bahwa dirinya mengalami gangguan kesehatan mental setelah mendatangi psikolog.

“Diagnosanya eating disorder, kayak pernah dua kali. Yang pertama jadi pengin makan terus yang kedua enggak pengin makan apa-apa,” jelas Ilene.

Ilene menambahkan, ia pernah di-bully lantaran bentuk tubuhnya. Ia mendapatkan body shaming sewaktu pertama kali terjun di dunia modeling.

“Memang ketika menentukan sebuah profesi, tuntutannya jadi seperti itu, jadi saya tidak merasa itu sebagai body shaming kalau saya,” potong Deddy.

“Mungkin aku aja kurang kuat pada waktu itu,” jawab Ilene.

Meski demikian, kini Ilene mengaku bahwa dirinya sudah berhasil melewati massa itu. Ia bahkan kini menjadi Top 4 Finalist setelah salah satu peserta, Yumi tereliminasi.

Ternyata komentar deddy Corbuzier dan Luna Maya ini menuai kecaman netizen. Banyak warganet yang menyayangkan sikap kedua juri ini. Salah satunya adalah psikiater Jiemi Ardian.

“Gangguan kejiwaan bisa menyerang siapa saja. Kaya-miskin, rupawan-biasa saja, religius-non religius, semua mungkin mengalami gangguan jiwa,” tulis Psikiater Jiemi Ardian di akun twitternya, @jiemiardian.

“Sayangnya seringkali orang yang mengalami gangguan jiwa disalahkan atas kondisinya. Tipikal kaya gini lah.” Jiemi menyayangkan komentar Luna dan Deddy.

“Kalau ini memang scripted, semoga @netmedia_info bisa memperbaiki ini ke depannya. Kalau nggak scripted, juga sebaiknya kita sama-sama belajar sensitif terhadap tema gangguan jiwa. Tidak ada kesehatan tanpa kesehatan jiwa.” pungkasnya.

(Ari)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.