Di Tanjung Benoa Sandiaga Uno Tolak Reklamasi

TANJUNGBENOA,koranindonesia.Id- Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan dirinya menolak reklamasi jika merusak lingkungan alam dan merugikan nelayan. Menurut calon wakil presiden  nomor urut 02 ini, inilah yang menjadi alasannya menolak reklamasi saat berkampanye hingga  menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Pernyataan  ini diungkapkan Sandi saat berdialog dengan masyarakat Tanjung Benoa. Made Wijaya, Bendesa Adat Tanjung Benoa, meminta kepada Sandi, jika terpilih bisa meninjau kembali peraturan untuk proyek yang merusak lingkungan.

“Kami berharap, jika terpilih, Pak Sandi, bisa meninjau kembali proyek yang merusak terumbu karang dan kelangsungan hidup anak cucu juga kesejahteraan para nelayan,” harap Made Wijaya.

Menurut Sandi dia menolak pembangunan yang bisa merusak lingkungan. Ini juga yang membuat dirinya bersama Anies Bawedan,  ketika kampanye di DKI dan terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur memberhentikan reklamasi Teluk Jakarta.

“Kalau masyarakat Bali merasa reklamasi merusak lingkungan dan mengancam penghidupan para nelayan, bersama masyarakat Bali Prabowo Sandi akan menolak reklamasi,” tegas Sandi.

Dia menyatakan janji ini juga yang diucapkanya pada  warga Jakarta. Dan saat terpilih konsisten membatalkan proyek tersebut. “Karena janji itu utang, jika tidak ditagih di dunia, akan kena di akhirat,” ucap Sandi.

Sebelumnya Sandiaga Salahuddin Uno memulai aktifitas hari keduanya di Bali dengan berlari. Menyusuri jogging track Pantai Sanur, calon wakil presiden nomor urut 02 ini berlari lebih dari lima kilometer. Menikmati matahari pagi dan aktifitas ekonomi di sekitar pantai, Minggu (24/2/2019).
Sandi juga menyempatkan diri sarapan ke warung legendaris Nasi Bali Made Weti depan Pantai Sanur. Baru di buka, puluhan orang sudah mengular, antri demi mendapatkan sepiring  nasi yang dicampur dengan suwir daging ayam, telur, kulit ayam kering.

“Ini enak bener. Rasanya maknyus. Kagum saya, pembelinya  nggak berhenti mengalir. Dan pada sabar menunggu. Ini bukti UMKM yang dikelola dengan baik, bisa menghidupi dan menjadi ikon pariwisata di daerahnya. Belum lagi ekonomi juga tumbuh di sekitarnya. Lihat saja motor yang terparkir sampe jauh. Ini menghidupi dan menyerap lapangan kerja ” jelas Sandi sambil membasuh peluh di wajahnya.

Sandi mengaku sudah berulang kali lari di Sanur. Namun rasa takjubnya terhadap keindah alam Bali tak kunjung hilang.

“Setiap berlari di sini selalu ada sensasi baru. Ya sinar mataharinya, alamnya, manusianya. Hidup sehat dan berfikiran positif itu yang harus kita lakukan setiap hari, membuang pikiran dan negatif dan selalu berbaik sangka,” papar Sandi.
Usai berlari Sandi juga menyempatkan diri berenang di hotel tempatnya menghinap. Usai berenang Sandi meneruskan lagi lari satu putaran di jogging track hotel. (rel)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.